Pengelolaan Online Branding P&G (Procter & Gamble) terhadap Protes Organisasi Greenpeace terkait Perkara Pasokan Minyak Kelapa Sawit

Universitas Bina Nusantara

______________________________________________________________________

Jurusan Sistem Informasi
School of Information Systems
Karya Tulis Ilmiah
M0214 – Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap tahun 2013/2014
Halaman Abstrak
Pengelolaan Online Branding P&G (Procter & Gamble) terhadap Protes Organisasi Greenpeace terkait Perkara Pasokan Minyak Kelapa Sawit

Kelas / Kelompok: 06PKM / 05

Anggota Kelompok:
Arni Virani : 1501155411
Toni Sugino : 1501169865
Hendy Salim : 1501178522
Rendy Rinaldo : 1501188473
Jennifer Pauling : 1501189053
David Santoso : 1501194015

ABSTRAK
Dengan semakin dinamisnya lingkungan bisnis yang juga diperkokoh dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi, maka perusahaan kini mulai dengan strategi yang berbeda dalam memasarkan produk dan merek perusahaan. Salah media pemasaran yang dipercaya sangat efektif pada masa kini adalah secara online melalui internet, baik itu berupa blogspot, forum diskusi, dan sosial media, seperti twitter, facebook, serta instagram. Melalui media online ini, perusahaan dapat menyebarkan informasi terkini terkait perusahaan, seperti produk terbaru, promo, atau event sosial dengan tujuan agar dapat berinteraksi aktif dengan pelanggan untuk menerima tanggapan, saran, kritik, maupun pertanyaan. Media online yang sangat luas dan terbuka ini membuat perusahaan harus sangat berhati-hati dalam mengelola reputasinya, karena pelanggan sangat sensitif terhadap isu-isu negatif dan hal ini tentunya bisa mempengaruhi pelanggan dalam memilih suatu produk atau jasa. Dalam karya tulis ini akan dibahas beberapa tindakan yang diambil oleh perusahaan P&G (Procter & Gamble) dalam memulihkan nama baiknya terkait perkara pasokan minyak kelapa sawit illegal yang merusak keanekaragaman hayati hutan di berbagai negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Afrika.

Kata kunci: Media Online, Sosial Media, Reputasi Perusahaan, P&G.

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Perusahaan di seluruh dunia tentunya saling berkompetisi agar produk atau jasa yang ditawarkan bisa disukai oleh banyak pelanggan. Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki strategi kompetitif agar lebih unggul daripada perusahaan lain, sehingga kini banyak perusahaan mulai beralih menuju strategi online internet dalam memasarkan produk serta jasanya, yakni berupa e-commerce maupun e-business.

Namun persaingan di internet kini sudah semakin ketat, sehingga banyak perusahaan memperkuat posisi perusahaan melalui sosial media, seperti facebook, twitter, dan instagram. Sosial media dipilih mengingat bahwa tren komunikasi sebagian besar masyarakat dunia saat ini adalah Instant Messaging (IM), VoIP (Voice over Internet Protocol), dan sharing berbagai jenis data, gambar, video, dan musik secara simultan melalui jaringan internet.

Segala media online yang dimanfaatkan perusahan saat ini selain memberi peluang bisnis, ternyata memberi kerentanan pada perusahaan. Kerentanan ini terjadi karena informasi sangat cepat dan mudah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat dunia, sehingga apabila perusahaan melakukan sedikit saja kesalahan, maka isu-isu negatif perusahaan dapat menimbulkan citra buruk perusahaan di mata masyarakat. Berdasarkan alasan kuat ini, maka sebagian besar perusahaan kini sudah memiliki bagian organisasi khusus yang menangani online branding perusahaan.

Online branding biasanya dimulai oleh sebuah perusahaan melalui pembuatan situs resmi milik perusahaan, sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi lengkap terkait visi, misi, nilai dan budaya perusahaan, struktur organisasi, aktivitas sosial, hingga produk atau jasa yang ditawarkan ke masyarakat. Setelah memiliki website perusahaan akan memperkuat merek perusahaannya melalui akun pada sosial media, dengan melakukan posting terhadap poduk terbaru atau event yang diadakan perusahaan untuk mengajak masyarakat agar percaya terhadap komitmen perusahaan.

Salah satu perusahaan terkuat dunia P&G (Procter & Gamble) dengan produk unggulan yang sudah dipercaya jutaan masyarakat dunia, yaitu Head & Shoulders, Rejoice, Pantene, Gillete pada awal tahun 2014 ini menerima protes massa yang dipelopori oleh organisasi Greenpeace terkait pasokan illegal minyak kelapa sawit. Isu ini kini sudah tersebar luas di dunia maya, hal ini tentunya membuat P&G harus mencari solusi untuk pemulihan atas nama baik perusahaan agar masyarakat tidak memiliki pandangan negatif dan mulai meninggalkan produk P&G. Solusi yang diambil ke depannya oelh P&G harus disosialisasikan secara global dengan terlebih dahulu mengklarifikasikan isu negatif tersebut dan kemudian membuat sebuah kebijakan atau tindakan pertanggungjawaban terhadap masyarakat.

1.2 Ruang Lingkup
Karya tulis ilmiah ini akan membahas tentang pengelolaan online branding perusahaan dengan mencakup hal-hal di bawah ini.

1. Pemaparan berisi tentang pengelolaan online branding pada perusahaan P&G (Procter & Gamble).
2. Pembahasan online branding ini hanya terkait isu pasokan kepala sawit tahun 2014 yang dipelopori oleh organisasi Greenpeace, yang secara lebih lengkap bisa diakses melalui: http://www.greenpeace.org/seasia/id/press/releases/Tekanan-publik-berhasil-merubah-Procter–Gamble-untuk-membersihkan-produk-mereka-dari-deforestasi-/ .
3. Karya tulis ini akan memberikan gambaran awal tentang profil perusahaan P&G dan kemudian diakhiri dengan solusi yang diambil P&G terkait pemulihan online branding perusahaan.

1.3 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dasar yang ingin dicapai dalam penyusunan karya tulis imiah ini adalah:

1. Memahami pentingnya pengelolaan online branding perusahaan.
2. Menganalisa kasus pasokan kelapa sawit P&G yang diprotes Greenpeace dan dampaknya bagi P&G.

Sedangkan beberapa manfaat yang diperoleh sebagai hasil pembahasan topik dalam karya tulis ini, antara lain:
1. Dapat mengetahui online branding yang dilakukan oleh perusahaan P&G (melalui situr resminya: http://www.pg.com/ .
2. Dapat mengidentifikasi permasalahan dan solusi pada studi kasus P&G dan Greenpeace.
3. Dapat menyimpulkan pentingnya peranan online branding dan memberikan saran terkait kasus P&G dan Greenpeace.

1.4 Metodologi Penulisan
Karya tulis ini disusun dengan dua metode utama, yaitu metode studi pustaka dan metode analisa terhadap studi kasus pasokan kelapa sawit di P& G. Metode studi pustaka dilakukan dengan mempelajari referensi dari berbagai sumber, seperti buku penunjang terkait online branding dan membaca berbagai artikel serta forum yang membahas lebih lanjut terkait online branding.
Sedangkan metode analisa dilakukan dengan mangakses kasus pada http://www.greenpeace.org kemudian mempelajarinya untuk mengidentifikasi permasalahan dan solusi yang diambil sesuai dengan relevansi terhadap profil perusahaan P&G pada http://www.pg.com/.

1.5 Sistematika Penulisan
Karya tulis ilmiah ini terdiri atas beberapa bab pembahasan, yaitu:

 BAB 1 : PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai gambaran awal mengenai pentingnya pengelolaan online branding pada sustu perusahaan dan sebagai pembelajaran adalah kasus protes Greenpeace terhadap P&G, yang terdiri atas latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penulisan, serta metodologi penulisan laporan.

 BAB 2 : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisikan landasan literatur berupa teori umum hingga teori khusus sebagai dasar pengetahuan untuk pemahaman tentang konsep dasar online branding, jenis brand, arsitektur brand, strategi brand, manfaat brand, dan tahapan untuk mengelola brand.

 BAB 3 : PEMBAHASAN
Pada bab ini akan membahas secara lebih nyata studi kasus online branding pada perusahaan P&G, yang mencakup penjelasan profil perusahaan tentang tujuan, nilai, prinsip, dan produk, serta pembahasan inti terkait masalah dan solusi yang dilakukan oleh perusahaan.

 BAB 4 : PENUTUP
Bab ini akan menyimpulkan keseluruhan pembahasan mengenai online branding secara umum dan secara khusus terkait dengan studi kasus, serta pada akhirnya memberikan saran bagi perusahaan P&G dalam mengelola online branding.

BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Teori umum
2.1.1 Pengertian Brand
Pengertian brand menurut David A.Aaker adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Dengan demikian suatu brand membedakannya dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh kompetitor. Sedangkan menurut William J. Stanton brand adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur ¬unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual. Dengan demikian, dapat disimpulkai bahwa brand mempunyai dua unsur, yaitu Brand name yang terdiri dari huruf-huruf atau kata¬ kata yang dapat terbaca, serta Brand mark yang berbentuk symbol.brand mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. brand lebih dari sekadar jaminan kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian berikut ini.

1. Atribut produk, seperti halnya kualitas, gengsi, nilai jual kembali desain, dan lain-lain. Mercedes menyatakan sesuatu mahal, produk yang dibuat dengan baik, terancang baik, tahan lama, bergengsi tinggi, dan sebagainya.
2. Manfaat. Meskipun suatu brand membawa sejumlah atribut konsumen sebenarnya membeli manfaat dari produk tersebut. Dalam hal ini atribut brand diperlukan untuk diterjemahkan menjadi manfaat fungsional atau manfaat emosional. Sebagai gambaran, atribut “mahal” cenderung diterjemahkan sebagai manfaat emosional, sehingga orang yang mengendarai mercedes akan merasa dirinya dianggap penting dan dihargai.
3. Nilai. Brand juga menyatakan sesuatu tentang nilai produsen. Mercedes menyatakan produk yang berkinerja tinggi, aman, bergengsi, dan sebagainya. Dengan demikian produsen Mer¬cedes juga mendapat nilai tinggi di mata masyarakat.
4. Budaya. Brand juga mencerminkan budaya tertentu. Mercedes mencerminkan budaya Jerman yang terorganisir, konsisten, tingkat keseriusannya tinggi, efisien, dan berkualitas tinggi.
5. Kepribadian. Brand juga mencerminkan kepribadian tertentu. Sering kali produk tertentu menggunakan kepribadian orang yang terkenal untuk mendongkrak atau menopang brand produknya.
6. Pemakai. Brand menunjukkan jenis konsumen yang membeli atau menggunakan produk tersebut. Pemakai Mercedes pada umumnya diasosikan dengan orang kaya, kalangan manajer puncak, dan sebagainya. Pemakai Dimension Kiddies tentunya adalah anak-anak.

Jadi, brand adalah nama, terminologi, tanda, simbul atau desain atau kombinasi diantaranya, yang ditujukan untuk mendidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk mebedakannya dari pesaing. Beberapa bagian brand antara lain adalah nama brand, tanda brand, brand dagang, dan copyright. Nama brand adalah bagian dari brand dimana bagian dari brand yang dapat disebutkan atau dieja. Tanda brand adalah bagian dari brand yang tidak dapat dieja atau disebutkan, seperti simbol, desain atau warna atau huruf yang berbeda. brand dagang adalah brand atau bagian brand yang diberikan untuk melindungi secara hukum-yaitu melindungi penjual untuk menggunakan hak eksklusif untuk menggunakan nama brand atau tanda brand. Copyright adalah hak hukum eksklusif yang diberikan untuk menggandakan, mempublikasikan, dan menjual segala sesuatu yang berbentuk buku, musik atau karya artistik.
Brand merupakan sebuah kata yang sering tidak dipahami arti kesungguhannnya dan sering menimbulkan interprestasi yang bermacam-macam. Brand sebenarnya bukanlah konsep baru. Konon, kata brand berasal dari bahasa Skandinavia kuno yaitu “Brandr” yang berarti membakar.

2.1.2. Jenis – Jenis Brand

1. Manufacturer Brand
Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.

2. Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

2.1.3. Brand Strategies
Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

1. Individual Branding / Merek Individu
Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.

2. Family Branding / Merek Keluarga
Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

2.1.4. Brand Architecture

Arsitektur brand; hirarki atau tata urutan beberapa brand yan mempunyai hubungan satu dengan yang lainnya; seringkali diawali dengan masterbrand, kemudian dijelaskan hubungannya dengan sub-brand, dan co branding.
Beberapa skenario arsitektur brand:

1. Monolithic brand
Skenario brand yang menggunakan satu brand tunggal dalam setiap produknya. Brand dipakai di semua lini produk dan jasa. Konsumen diharapkan mempunyai satu gambaran yang jelas tentang perusahaan ini, dan membuat keputusan pembelian karena loyalitas atau kepercayaan terhadap brand ini. Brand extension biasanya dinangun lewat general description. Kadang sering juga disebut Standalone atau Freestanding Brand.

2. Pluralistic Brand/Branded/Freestanding Brand
Skenario brand yang menggunakan banyak brand dalam setiap lini produk dan jasa. Setiap brand disesuaikan dengan pasar sasaran yang spesifik. Biasanya nama dari parent brand atau masterbrand tidak terlihat, atau hanya diketahui dikalangan investor.

3. Sub-brand atau subsidiary
Skenario sebuah brand yang menggunakan masterbrand digabungkan dengan brand lainnya yang berfungsi dengan nama atau jenis produk dan jasa.

4. Endorsed Brand
Adalah skenario brand dimana terjadi sinergi pemasaran antara nama produk/divisi dengan brand utaanya. Sub-brand didukung penuh oleh kredibilitas masterbrand-nya.

2.1.5. Awareness
Persentase khalayak sasaran yang mengenali keberadaan sebuah brand ketika ditanyakan dalam sebuah survei. Ada 2 tipe awareness, yang pertama adalah ‘spontaneous (spontanistas),’ yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang secara spontan menyebut sebuah brand tertentu ketika diberi pertanyaan tentang kategori sebuah brand; dan yang kedua adalah ‘prompted (ketepatan),’ yang mengukur persentase dari sejumlah orang yang mengenal sebuah brand dari ketegori tertentu pada saat diperlihatkan daftar yang diberikan.

2.2. Mengelola Brand Asset Management
Brand Asset Management adalah proses yang telah terbukti untuk mengelola brand sebagai aset untuk memaksimalkan nilai mereka. Proses ini melibatkan empat tahapan kunci.

Phase One: Developing a Brand Vision
Pertama, menentukan strategi dan tujuan keuangan dan tujuan yang ingin dicapai oleh brand anda:
a) Seberapa baik Visi Bran anda dalam hubungannya dengan tujuan perusahaan? Jika tidak berhubungan, dapatkah Brand Asset Management membentuk hubungan itu?
b) Jurang pertumbuhan keuangan apa yang ingin anda atasi? Berapa banyak total dolar yang bisa diperoleh ?
c) Apakah pejabat manajemen setuju dengan tujuan dan obyektif brand ini? Apakah brand akan dilihat sebagai sebuah aset atau hanya piranti pemasaran ?

Phase Two: Determining Your Brand Picture
Tujuan dari fase ini adalah untuk memahami persepsi pelanggan dan sudut pandang brand anda dalam kaitannya dengan persaingan dan peluang pertumbuhan. Fase ini menanyakan beberapa hal berikut :

a) Diantara pelanggan yang ada saat ini dan yang menjadi target, apakah bran anda benar-benar dapat berdiri hari ini? Apakah kekuatan dan kelemahannya? Bagaimana jika brand kita dibandingkan dengan brand pesaing anda ?
b) Seberapa konsisten gambaran brand kita dibandingkan berbagai segmen konsumen yang lain?
c) Gambaran apa yang kita inginkan tentang brand kita di masa yang akan datang? Kontrak apa yang diinginkan? Bagaimana cara kita menjembatani jurang antara hari ini dan besuk ?
d) Bagaimana pelanggan kita membuat pilihan brand? Apakah kriteria utama pembelian mereka? Bagaimana brand kita bisa memenuhi kriteria tersebut dan dengan pesaing kita ?
e) Apakah yang tidak sesuai dengan keperluan pelanggan dan apa yang bisa dilakukan oleh brand kita saat ini?

Phase Three: Developing a Brand Asset Management Strategy
Tujuan dari fase ini adalah untuk menentukan basis strategi yang tepat untuk mencapai tujuan dan obyektif yang dinyatakan dalam Visi Brand dan di dalam persepsi pasar dan dari sudut pandang Gambaran Brand. Fase ini diarahkan dengan menggunakan pertanyaan berikut :

1) Strategi berdasarkan brand apa yang harus kita pergunakan untuk mencapai perkembangan tujuan yang telah digariskan dalam Visi Brand ?
2) Posisi apakah yang tepat untuk brand kita? Apakah posisi yang unik, kredibel, bernilai, tangguh dan sesuai dengan persepsi internal dan eksternal ?
3) Bagaimana cara memperluas brand kita? Apakah batas-batas yang ada? Layar apa yang harus kita pergunakan sebagai daya angkat untuk membuat keputusan yang dapat diperluas? Peluang produk apa yang ada di brand kita ?
4) Strategi kanal apa yang dapat mendukung tujuan kita dan obyektif untuk brand kita? Apakah cara terbaik yang bisa mempengaruhi kanal dengan brand kita
5) Dapatkah kita menghargai brand kita di tingkat yang premium berdasarkan kekuatannya dibandingkan dengan para pesaing? Seberapa mahalkah itu? Apa lagi yang bisa kita manfaatkan dari brand kita untuk meningkatkan keuntungan kita
6) Taktik komunikasi apa yang dapat memperkuat brand kita dan memaksimalkan nilai aset kita? Di manakah kekuatan proses penjualan?
7) Sekali kita bisa mencapai kekuatan tersebut, bagaimana cara kita menjaganya dan mengambil keuntungan selanjutnya?
8) Bagaimana cara kita memaksimalkan kekuatan kita dengan usaha pembentukan brand?

Phase Four: Supporting a Brand Asset Management Culture
Tujuan kedua langkah di fase ini adalah untuk menentukan cara kita dalam menggunakan brand sebagai sebuah aset dan memastikan strategi yang anda rekomendasikan dapat diterapkan dan diukur. Fase ini menggunakan beberapa pertanyaan berikut :
1) Bagaimana seharusnya kita membentuk organisasi kita untuk memaksimalkan keberhasilan brand? Bagaimana cara kita meninjau dan menghargai hal-hal yang telah terlibat dengan pengelolaan brand kita sebagai sebuah aset?
2) Matrik apa yang harus kita pergunakan untuk mengevaluasi kinerja brand kita ?
3) Keputusan apa yang bisa diberikan oleh matrik itu untuk membantu kita ?
4) Bagaimana cara kita bisa melakukan pelatihan yang efektif dan mendidik pegawai kita tentang strategi Brand Asset Management ? Bagaimana cara kita melibatkan manajemen senior untuk dapat secara aktif terlibat, mendukung dan berkomitmen dengan usaha kita ?

2.3. Manfaat Branding
2.3.1. Manfaat Branding Untuk Bisnis

1. Branding bisa menyampaikan pesan dengan jelas
Disini komunikasi memegang peranan yang cukup vital untuk menyampaikan pesan merk anda kepada para pelanggan.
Proses branding itu sendiri dalam hal ini merupakan sebuah metode komunikasi yang baik dan terarah. Sebuah merk yang baik mampu menyampaikan manfaatnya dengan jelas kepada pelanggan tanpa harus melibatkan proses periklanan yang cukup mahal.
Karenanya saat pelanggan menggunakan merk produk anda, mereka berharap bahwa merk itu mampu memberikan solusi bagi permasalahan yang mereka hadapi. Sebab itu, saat membangun merk anda harus menentukan dimuka pesan seperti apa yang hendak disampaikan kepada pelanggan saat mereka menggunakan merk produk yang anda tawarkan.
Komunikasi yang baik merupakan salah satu elemen penting dalam proses branding untuk mengkomunikasikan manfaat merk terhadap para pelanggan dengan jelas.

2. Membentuk kredibilitas
Apa yang diharapkan oleh pelanggan saat mereka memutuskan untuk membeli produk anda dibanding membeli produk pesaing? Sederhana. Mereka berharap produk anda mampu memberikan solusi yang mereka harapkan, walaupun mungkin produk pesaing juga mampu memberikan hal yang sama.
Namun karena dalam persepsi mereka merk produk anda telah berhasil diidentikkan sebagai sebuah solusi yang paling pas untuk memecahkan masalah mereka, maka produk ini telah berhasil membangun kredibilitas sebagai solusi yang paling sempurna untuk masalah yang tengah mereka hadapi. Pertanyaannya, bagaimana hal ini bisa terjadi?
Bangunlah kredibilitas produk anda dengan baik. Misalnya dengan terus berinovasi untuk menjadi lebih baik. Menunjukkan kualitas layanan yang terbaik bagi para pelanggan. Semakin tinggi tingkat kualitas merk produk anda, maka akan semakin meningkat pula kredibilitas bisnis anda di mata pelanggan.
Sehingga dengan demikian, pelanggan akan mengasosiasikan merk produk anda sebagai solusi sempurna yang tepat bagi permasalahan yang mereka hadapi.

3. Membangun hubungan emosional
Proses branding yang baik mampu menciptakan hubungan emosional antara pelanggan dengan merk. Seringkali pelanggan dalam memutuskan sesuatu lebih menggunakan emosi ketimbang logika.
Misalnya saja ketika pelanggan hendak membeli air minum dalam kemasan. Seperti yang kita ketahui ada banyak air minum dalam kemasan dengan berbagai merk yang dijual di pasaran. Rata-rata harga yang ditetapkan serta kualitasnya hampir sama. Kalaupun berbeda tidak terlalu jauh. Lantas mengapa masih banyak saja orang yang memilih air minum dengan merk Aqua? Padahal masih banyak air minum dengan merk lain yang berkualitas bahkan lebih murah dibanding merk Aqua?
Itulah kekuatan sebuah merk. Aqua telah berhasil membangun proses branding yang sangat baik terhadap pelanggannya. Mereka membangun hubungan emosional yang erat dengan mengkomunikasikan kepada para pelanggannya bahwa selain diproses dengan teknologi tinggi dan higienis sehingga sangat baik bagi kesehatan, Aqua juga turut peduli dengan lingkungan sekitar serta masyarakatnya. Mereka membuat program penghijauan lingkungan, fasilitas air bersih untuk tempat-tempat terpencil, menyediakan beasiswa bagi para pelajar yang kurang mampu, dan lain sebagainya.
Hubungan emosional yang terbentuk dengan baik antara pelanggan dengan merk akan memperkuat citra merk serta perusahaan di masyarakat, yang pada gilirannya memperkokoh posisi merk di peta persaingan.

4. Mampu memotivasi calon pelanggan
Ketika pelanggan telah menerima pesan yang disampaikan oleh merk anda dengan baik. Kemudian kredibilitas anda juga telah terbentuk dalam persepsi mereka, dimana hal ini lantas menciptakan hubungan emosional yang kuat antara merk dengan pelanggan. Setelah hubungan terjalin kuat maka merk tersebut akan menjadi motivasi tersendiri bagi pelanggan untuk secara berkesinambungan terus membeli serta menggunakan produk atau jasa anda.
Inilah hasil yang akan dicapai jika hubungan yang kuat telah terbentuk antara merk dan pelanggan. Mereka akan mengasosiasikan merk anda sebagai solusi terbaik terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Dan hal ini hanya dapat tercapai jika tiga poin sebelumnya telah mampu anda laksanakan dengan baik.
Karenanya, fokuskan upaya anda untuk melaksanakan tiga poin diatas dengan sebaik-baiknya agar merk anda mampu memotivasi serta mempengaruhi keputusan pembelian yang dilakukan pelanggan.

5. Membangun pelanggan setia
Jika pelanggan telah membeli produk anda serta merasakan manfaatnya, dan jika proses branding diatas telah berhasil anda lakukan dengan baik maka mereka berpeluang untuk menjadi pelanggan setia anda.
Ingatlah bahwa untuk membangun pelanggan yang setia anda harus melaksanakan proses branding tersebut secara maksimal dan terurut. Karena pada intinya proses tersebut saling berhubungan satu sama lain.
Anda tidak mungkin misalnya mendapatkan pelanggan setia jika merk anda tidak mampu menimbulkan motivasi pada benak pelanggan. Dan motivasi juga tidak mungkin akan terbentuk jika hubungan antara merk dan pelanggan sendiri tidak kuat. Dan juga tidak mungkin hubungan yang kuat terbentuk jika merk anda tidak mempunyai kredibilitas di mata pelanggan. Lantas, bagaimana mungkin kredibilitas bisa terbentuk jika pesan yang hendak disampaikan oleh merk anda sendiri tidak jelas dan tidak fokus?
Kesimpulannya adalah, sekecil apapun usaha yang anda bangun, membangun merk yang kuat dan bernilai tinggi bukanlah sesuatu yang mustahil. Namun tanpa proses branding yang baik maka hal tersebut akan mustahil tercapai. Sebab itu, bangunlah merk anda dengan branding yang baik dan sempurna. Branding yang tepat akan menghasilkan merk yang kuat. Bagaimana menurut anda?

2.3.2. Manfaat Brand Identity Logo
Identitas atau logo di suatu perusahaan yang membentuk image sangat diperlukan untuk tetap menarik perhatian customer atau client. Terlebih di era Globalisasi ini yang kian bersaing ketat di berbagai belahan dunia yang memungkinkan meluasnya penyampaian informasi di berbagai pelosok di belahan dunia sehingga sangatlah penting untuk menciptakan identitas satu perusahaan agar tetap eksis dan survive dalam persaingan yang menglobal ini.
Hampir tidak ada produk yang merupakan pemain tunggal di pasar yang sangat padat dengan persaingan global ini. Perkembangan yang sangat dinamik di dunia marketing menarik banyak perusahaan besar berkecimpung di sebuah bidang usaha yang sama. Dengan demikian perusahaan saling bersaing untuk berebut perhatian dari pelanggannya atau target market mereka. Image suatu perusahaan sangat penting dalam menentukan Goals atau satu tujuan menuju keberhasilan. Image grafis tersebut berguna sebagai sarana untuk melakukan promosi, menyampaikan visi dan misi yang menggambarkan filosofi dari organisasi atau perusahaan agar lebih mudah di ingat oleh masyarakat dan memberikan citra positif kepada masyarakat.
Fungsi Corporate atau Brand Identity:
1. Sebagai patokan dari program menyeluruh strategi atau perusahaan
2. Sebagai landasan dan sistem operasional suatu perusahaan
3. Sebagai tiang jaringan (network) yang baik bagi perusahaan
4. Alat jual dan Promosi.

BAB 3
PEMBAHASAN

3.1 Company Overview Procter & Gamble
Procter & Gamble Co. atau lebih dikenal dengan P&G merupakan perusahaan internasional yang memproduksi barang keperluan sehari-hari (consumer goods). Sejarah perusahaan ini dimulai 177 tahun yang lalu, tepatnya pada 24 Agustus 1837. Saat ini P&G telah memperkerjakan lebih dari 140 ribu pekerja dan saingannya saat ini adalah Unilever.
P&G didirikan oleh William Procter, seorang pembuat lilin, dan James Gamble, seorang pembuat sabun. Ide pendirian usaha bersama ini dirintis oleh Alexander Norris, mertua mereka, yang mengadakan pertemuan di mana ia membujuk Procter dan Gamble untuk menjadi partner bisnis. Pada tanggal 24 Agustus 1837, sebagai hasil dari pertemuan tersebut, Procter & Gamble didirikan. Tanggal inilah yang kemudian diperingati sebagai hari jadi P&G pada tiap tahunnya.
Pada tanggal 24 Agustus 1858-1859, penjualan P&G berhasil mencapai $1 juta. Di titik ini, P&G memiliki sekitar 80 karyawan yang bekerja di sana. Pada masa Perang Saudara Amerika Serikat, P&G memenangkan kontrak untuk menyuplai sabun dan lilin kepada Tentara Union. Selain memberikan profit tambahan, kontrak tersebut secara tidak langsung juga memperkenalkan prodk P&G ke tentara-tentara di seluruh wilayah Amerika Serikat.
Pada tahun 1880, Procter & Gamble mulai memasarkan sebuah produk baru berupa sabun yang dapat mengambang di atas air. Perusahaan menyebut sabun tersebut sebagai Ivory. William Arnett Procter, cucu dari William Procter, mulai mengembangkan program bagi hasil ke tenaga kerja P&G pada tahun 1887. Dengan memberikan saham kepada pekerja, ia secara tepat memperkirakan risiko mogok kerja (Strike) dari pekerja menjadi kecil.
Perusahaan mulai membangun pabrik di lokasi lain di seantaro Amerika Serikat seiring dengan meningkatnya demand. Perusahaan juga mulai melakukan diversifikasi produk. Pada tahun 1911, P&G memproduksi Crisco, sejenis minyak yang terbuat dari lemak nabati alih-alih lemak binatang. Ketika radio menjadi populer pada tahun 1920-an dan 1930-an, perusahaan menyeponsori beberapa acara. Acara-acara yang disponsori oleh P&G ini di kemudian hari disebut sebagai acara “opera sabun”.
P&G juga mengembangkan usahanya ke negara lain, baik dalam hal manufaktur maupun penjualan produk, dan menjadi sebuah perusahaan internasional saat mengakuisisi Thomas Hedley Co., sebuah perusahaan yang berbasis di Newcastle upon Tyne, Inggris. Akibat akuisisi ini, P&G memiliki jaringan yang kuat dengan wilayah Barat Daya Inggris. Di saat yang sama, P&G juga banyak meluncurkan produk-produk baru dan mulai mengembangkan produksinya ke area baru. Perusahaan memperkenalkan deterjen “Tide” pada tahun 1946 dan “Prell” pada tahun 1947. Pada 1955, P&G mulai menjual pasta gigi pertama yang mengandung fluoride, yang dikenal sebagai “Crest”. Pada tahun 1955, perusahaan melebarkan sayap usahanya dengan membeli Charmin dan mulai memproduksi tissu toilet dan produk kertas lainnya. Pada tahun 1960 perusahaan meluncurkan “Downy” pelembut pakaian dan “Bounce” pada tahun 1972.
Salah satu produk inovatif yang diluncurkan P&G adlaah “Pampers” yang pertama kali dijual pada tahun 1961. Produk popok sekali pakai sudah diluncurkan sebelumnya oleh Johnson & Johnson, namun kurang populer. Produk ini menyediakan alternatif popok bayi yang ketika itu banyak menggunakan kain yang lebih mudah bocor dan sulit dibersihkan.
P&G juga membeli beberapa perusahaan dan mendiversifikasi lini produknya serta secara signifikan meningkatkan profit. Akuisisi ini termasuk pembelian Folgers Coffee, Norwich Eaton Pharmaceuticals (produsen Pepto-Bismol), Richardson-Vicks, Noxell (Noxzema), Old Spice, Max Factor, Iams, serta beberapa lainya.
Pada tahun 1994 perusahaan mengalami kerugian besar akibat skandal yang dilakukan Bankers Trust. Pada tahun 1996 P&G juga terkena skandal ketika Food and Drug Administration menyetujui produk baru perusahaan, Olestra, untuk diluncurkan ke pasar. Produk ini adalah produk pengganti lemak untuk memasak chip kentang dan makanan lainnya. Ketika itu, produk ini diketahui dapat memicu anal leakage dan masalah gastrointestinal pada manusia.
Pada tahun 2005, P&G mengumumkan akuisisi Gillete, dan membentuk perusahaan barang konsumen yang bergerak cepat terbesar kedua di dunia, dan menjadi saingan dari Unilever. Akuisisi ini disetujui oleh Uni Eropa dan Federal Trade Commission, dengan syarat P&G menjual merek-merek yang menjual produk sejenis dengan merek yang baru dibeli. P&G setuju dan menjual SpinBrush, Rembrandt, Right Guard, Soft & Dri, dan Dry Idea. Kedua perusahaan secara resmi digabung pada 1 Oktober 2005. Pada tahun 2008, P&G mengembangkan usahanya pada industri rekaman dengan melakukan sponsorship bersama Tag Records, sebagai bentuk endorsement untuk TAG Body Spray.

3.2 Tujuan, Nilai dan Prinsip Perusahaan
3.2.1 Tujuan Perusahaan
Tujuan dari P&G adalah menyediakan produk-produk dan jasa dengan kualitas dan nilai terbaik yang bisa meningkatkan kualitas kehidupan konsumennya sekarang dan untuk generasi seterusnya. Sebagai hasilnya, konsumen akan memberikan kami penjualan yang terdepan, penciptaan nilai dan laba, dan memperbolehkan orang-orang kami, para pemegang saham dan komunitas dimana kami tumbuh dan bekerja dapat menjadi sejahtera.
3.2.2 Nilai Perusahaan
Nilai-nilai yang dipegang P&G:
1. Integrity
• Kami selalu mencoba melakukan hal yang benar
• Kami jujur dan terus terang antara satu sama lain
• Kami beroperasi sesuai dengan hukum
• Kami menjunjung tinggi nilai dan prinsip dari P&G dalam setiap tindakan dan keputusan.
• Kami menyusun segala proposal dengan jujur dan berdasarkan data yang ada, termasuk dalam mengenali risiko.
2. Leadership
• Kami adalah pemimpin dalam setiap tanggung jawab yang dipikul, dengan komitmen tinggi untuk menghasilkan nilai-nilai dari pemimpin.
• Kami memiliki visi yang jelas mengenai arah yang kami tuju.
• Kami berfokus terhadap sumber daya dalam mencapai objektif dan strategi dari pemimpin.
• Kami mengembangkan kapabilitas untuk menyampaikan strategi dan mengeliminasi batas-batas organisasi
3. Ownership
• Kami menerima segala akunbilitas personal untuk memenuhi kebutuhan bisnis, meningkatkan sistem kami dan membantu dalam meningkatkan efektivitas.
• Kami bertindak sebagai pemilik, memperlakukan segala asset perusahaan seperti milik kami sendiri dan bertindak dengan kesuksesan jangka lama dalam pikiran.
4. Passion for Winning
• Kami bertekad untuk menjadi yang terbaik dalam melakukan apa yang plaing penting
• Kami memiliki ketidakpuasan dengan status quo
• Kami memiliki keinginan yang kuat untuk meningkatkan dan menang dalam pasar.
5. Trust
• Kami hormat terdahap rekan kerja, pelanggan dan konsumen P&G, dan memperlakukan mereka seperti keinginan kami dalam diperlakukan
• Kami memiliki keyakinan terhadap kapabilitas dan niat satu sama lain
• Kami percaya bahwa orang-orang bekerja dengan baik ketika ada sebuah fondasi kepercayaan
3.2.3 Prinsip Perusahaan
Prinsip yang dipegang P&G:
1. We Show Respect for All Individuals
• Kami percaya bahwa setiap individu bisa dan ingin berkontribusi dengan potensi masikmal.
• Kami menghargai perbedaan
• Kami menginspirasi dan memperbolehkan setiap orang untuk meraih ekspetasi yang tinggi, standar dan tujuan yang menantang
• Kami jujur terhadap performa setiap orang

2. The Interest of the Company and the Individual are Inseperable
• Kami percaya bahwa melakukan yang benar untuk bisnis dengan integritas akan menuntun pada kesuksesan bersama bagi perusahaan dan individual. Pencarian dalam “sukses bersama” mengikatkan kami bersama.
• Kami mendorong stock ownership dan owbership behavior.

3. We Are Strategically Focused in Our Work
• Kami beroperasi dengan objektif dan strategi yang terartikulasi dan selaras
• Kami hanya bekerja dan hanya meminta pekerjaan yang menambah nilai pada bisnis.
• Kami menyederhanakan, mengstandarisasi dan mempersingkat pekerjaan kami selama hal tersebut memungkinkan.

4. Innovation is The Cornerstone of Our Success
• Kami menempatkan nilai yang besar pada inovasi customer yang baru dan “besar”
• Kami mentang konvensi dan menemukan kembali cara dalam melakukan bisnis agar menang dalam pasar.

5. We Value Personal Mastery
• Kami percaya bahwa adalah tanggung jawab individual untuk secara menerus mengembangkan mereka sendiri dan lainnya
• Kami mendorong dan mengharapkan pemahaman teknikal yang luar biasa dan pelaksanaan yang unggul

6. We Are Externally Focused
• Kami berusaha untuk menjadi yang terbaik dalam area strategis di perusahaan
• Kami mematok kinerja kami dengan ketat baik secara internal maupun external
• Kami belajar dari kedua keberhasilan dan kegagalan kami.

7. We Are Externally Focused
• Kami mengembangkan pemahaman unggul pada konsumen dan kebutuhan mereka.
• Kami membuat dan memberikan produk, kemasan dan konsep yang membangun ekuitas merek.
• Kami mengembangkan secara dekat, hubungan yang saling produktif dengan pelanggan dan pemasok kami.
• Kami adalah warga korporat yang baik.
• Kami memastikan keberlanjutan ke dalam produk kami, kemasan dan operasi.

8. Mutual Interdependency is a Way of Life
• Kami bekerja sama dengan keyakinan dan kepercayaan di seluruh unit bisnis, fungsi, kategori dan geografi.
• Kami bangga terhadap hasil dari mengaplikasikan ide dari orang lain.
• Kami membangun hubungan unggul dengan semua pihak yang berkontribusi untuk memenuhi tujuan perusahaan kami, termasuk pelanggan dan pemasok, universitas dan pemerintah.
3.3 Struktur Perusahaan
P&G mengelompokkan Unit Bisnis Globalnya menjadi 4 sektor industry sebagai bagian dari rencana perusahaan dalam meningkatkan perfroma bisnis. Bisnis di tiap sektor berfokus pada faktor-faktor umum seperti: keuntungan konsumen, berbagi teknologi yang sama, dan menghadapi pesaing umum.
P&G Market Development Organizations (MDO) berfokus pada pemahaman konsumen dan pengecer di setiap pasar. MDO mengintegrasikan inovasi yang muncul dari Unit Bisnis Global dalam business plan untuk mengembangkan bisnis P&G di setiap negara, menggunakan keahlian mereka dalam penjualan, logistik dan pelaksanaan ritel.
Global Business Services (GBS) menggunakan bakat dan pakar mitra P&G untuk menyediakan layanan dukungan bisnis terbaik di kelasnya dengan biaya serendah mungkin untuk meningkatkan skala P&G dalam mendapatkan keuntungan.
Corporate Functions memastikan fungsi inovasi yang berkelanjutan dan peningkatan kemampuan pada P&G sehingga memastikan bahwa P&G tetap dapat bersaing secara aktif.

Gambar 3.1 Corporate Structure of P&G
(Source: http://www.pg.com/en_US/company/global_structure_operations/corporate_structure.shtml)

3.4 Produk-produk dari P&G
Berikut adalah list-list merek produk yang dikeluarkan oleh P&G mulai dari bidang kecantikan, laundry, perlengkapan bayi, pewangi, dll. Beberapa dari produk-produknya telah menjadi sebuah merek yang menjadi “icon” dan terkenal, antara lain:
1. Head & Shoulders
2. Pantene
3. Rejoice
4. SK-II
5. Olay
6. Gilette
7. Duracell
8. Ambipur
9. Downy
10. Whisper
11. Safeguard
12. Oral-B
13. Fab
14. Herbal Essences
15. Bounty
16. Tampax
17. Tide
18. dll
3.5 Masalah P&G dan greenpeace
Greenpeace menganalisis keterlibatan Protector & Gamble (P&G) untuk sebuah perusahaan yang terlibat dalam deforestasi, termasuk izin dari harimau, dan habitat orang – utan, perusakan lahan gambut, kebakaran dan konflik sosial. Pemasok utama memiliki daerah daerah berpotensial seperti Indonesia, Malaysia dan Afrika. Investigasi Greepeace menemukan pasokan kelapa sawit untuk perusahaan Protector & Gamble (P&G) diperoleh dari sumber – sumber yang diduga kuat merusak hutan Indonesia, Malaysia dan Afrika.

Gambar 3.1 Skema keterlibatan P&G dan pemasok illegal minyak kelapa sawit

Kelapa sawit merupakan bahan mentah yang produktivitasnya 7x lebih besar dari minyak nabati lainnya, jadi menguntungkan perusahaan untuk menggunakan minyak kelapa sawit untuk kebutuhan operasional perusahaannya. Karena Indonesia merupakan produsen utama minyak kelapa sawit (crude palm oil), maka deforestasi di hutan Indonesia menjdi meningkat karena banyak perusahaan yang ingin menggunakan minyak kelapa sawit.
Kebutuhan kelapa sawit untuk perusahaan pada tahun 2012 – 2013 sebesar 432 ribu ton, hanya 10 % yang bersertifikat resmi sisanya 90 % terindikasi merusak hutan karena tidak terlacak sumber kelapa sawitnya. Dari penelusuran Greenpeace terhadap beberapa pemasok P&G memperlihatkan terjadi pembukaan hutan hingga memperluas deforestasi, seperti pasokan dari BW Plantation, Kuala Lumpur Kepong (KLK) dan Musim Mas.
Hasil investigasi menunjukkan terjadinya pembukaan di habitat orangutan. Di salah satu wilayah operasi disinyalir dalam penyelidikan kepolisian terkait kematian dan penguburan sejumlah orangutan di dekat Taman Nasional Tanjung Putting. Lalu banyak perusahaan pemasok kelapa sawit di Indonesia seperti PT Adhyaksa Dharma Satya (ADS), PT Wana Catur Jaya Utama, KLK, dan lainnya terlibat kasus deforestasi dan pengrusakan habitat orangutan di beberapa hutan di Indonesia.

Dengan melakukan deforestasi hutan Indonesia secara besar besaran maka habitat satwa langka yang di lindungi seperti harimau, orangutan dan satwa liar lainnya akan terganggu dan merusak ekosistem yang ada di dalamnya. Untuk itu, maka Greenpeace mendesak P&G sebagai produsen global agar berperan untuk mencari sumber – sumber minyak kelapa sawit yang bisa di lacak / resmi.

3.6 Solusi P&G dan greenpeace
Greenpeace menyerukan kepada para pemangku kepentingan dalam minyak sawit global, pulp dan komoditas industri lainnya untuk mengambil langkah-langkah mendesak berikut untuk mengakhiri deforestasi dan memperbaiki tata kelola dan transparansi :
1. Sektor perkebunan : Berhenti merusak hutan hujan Indonesia ,termasuk habitat satwa liar
– Melaksanakan secepatnya moratorium pembangunan perkebunan di semua konsesi di mana Anda memiliki kepentingan sampai hutan dan lahan gambut diidentifikasi dan dilindungi melalui Kebijakan Konservasi Hutan , yang meliputi penghormatan terhadap hak communities local
– Tindakan Dukungan tingkat lanskap untuk melindungi dan meningkatkan ekologis penting situs, termasuk habitat harimau , orang utan dan satwa langka lainnya .

2. Traders: tidak berurusan dengan produsen kotor; mendukung perusahaan progresif danproduksi yang bertanggung jawab oleh para petani kecil .
– Suspend perdagangan dengan produsen yang terlibat dalam penggundulan hutan , pembukaan lahan gambut atau pelanggaran hak asasi manusia .
– Dukungan produsen dengan kebijakan no- deforestasi yang jelas seperti yang diadopsi oleh anggota Oil Palm Inovasi Grup ( POIG )

3. Konsumen Perusahaan : Pastikan rantai pasokan Anda tiger dan orang-utan ramah .
– Berkomitmen untuk memastikan bahwa Anda pasokan komoditas termasuk minyak sawit, kertas dan kemasan adalah penggundulan hutan bebas .
– Mulailah dengan memastikan ketertelusuran penuh dalam rantai pasokan dan perusahaan pendukungyang berkomitmen untuk menghapus kebijakan no – deforestasi seperti yang diadopsi olehanggota POIG .

4. Sektor Keuangan: . Tidak membiayai deforestasi .
– Menolak untuk memberikan dukungan atau layanan keuangan untuk kelapa sawit dan komoditas lainnyaperusahaan dengan link ke deforestasi.

5. Pemerintah negara : Memberikan perlindungan habitat dari keanekaragaman hayati negara.
– Pastikan pemerintahan yang kuat , memprioritaskan perlindungan hutan dan bermanfaat kepemimpinan industri .
– Menegakkan moratorium dan memastikan bahwa kelapa sawit , pulp dan perkebunan lainnya dikembangkan pada lahan rendah karbon .
– Menetapkan hukum dan kebijakan tambahan untuk menjamin perlindungan penuh dari semua hutan dan lahan gambut , termasuk mereka yang berada dalam batas-batas konsesi .
– Ulasan ijin konsesi yang ada . Menindak ilegalitas , termasuk kegagalan untuk mengikuti proses hukum dalam pemberian izin dan kegagalan untuk menghormati peraturan gambut atau larangan pembakaran . Mencabut konsesi pelanggar gigih sertayang diperoleh dengan melanggar undang-undang .
– Mengembangkan dan menerapkan rencana pemerintah untuk perlindungan dan rehabilitasi hutandan lanskap lahan gambut dan koridor satwa liar .
– Buat daftar umum nasional dari semua jenis konsesi – termasuk minyak sawit , pulp danbatubara – dan mempublikasikan Satu Map. Mengembangkan deforestasi nasional yang independensistem untuk membawa transparansi yang lebih besar untuk proses pemantauan , memastikan efektifpemantauan dan penegakan hukum, dan memberdayakan masyarakat lokal dan lainnya pemangku kepentingan . Hal ini akan memungkinkan para pemangku kepentingan untuk memantau dampak dari operasi ,mengekspos dan membuat pertanggungjawaban orang-orang yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkunganseperti kebakaran , serta meningkatkan tata pemerintahan dengan meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran .
– Mengembangkan database lands terdegradasi untuk memungkinkan proses pertukaran lahan yang efektif ,memungkinkan konsesi hukum di kawasan hutan dan lahan gambut untuk ditukarkan konsesi di daerah nilai karbon rendah tidak terbebani dengan sosial , lingkungan atau kekhawatiran ekonomi .
– kepemimpinan industri Reward . Incentivise peningkatan produktivitas yang ada perkebunan ( misalnya, melalui insentif pajak ) .
Kebijakan nol deforestasi P&G menjanjikan untuk menghapus perusakan hutan dari rantai pasokan minyak sawit mereka dengan memastikan setiap pemasok menjamin tidak adanya konversi dari lahan gambut, menghormati hak-hak masyarakat lokal dan melindungi kawasan konservasi dan yang memiliki kandungan karbon tinggi. Hal ini mungkin terdengar rumit, tapi pasti jauh lebih baik dari ketergantungan mereka sebelumnya pada skema sertifikasi yang telah terbukti tidak efektif menghentikan perusakan hutan.
Sekarang P&G bergabung bersama Nestle, L’Oreal, Colgate-Palmolive Unilver, Mars, Kellogg, Safeway, Delhaize, Ferrero, GAR dan Wilmar – yang sama-sama berkomitmen untuk nol deforestasi. Inilah perubahan yang tak terbantahkan di jantung industri minyak sawit, sebuah perubahan yang diprovokasi oleh tekanan publik dan keinginan kuat untuk membendung gelombang kerusakan hutan.
Saat ini, sebenarnya P&G sudah membeli kelapa sawit yang bersertifikasi RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). P&G adalah anggota RSPO dan melakukan pembelian sesuai standar yang ditetapkan oleh kriteria organisasi tersebut. Namun melalui target baru ini, komitmen P&G bertekad melakukan lebih dari standar yang ditetapkan oleh RSPO, degan tujuan untuk membangun praktek keberlanjutan yang bisa diandalkan, efektif dan awet di seluruh pemasok mereka.
Beberapa poin penting dalam memastikan komitmen anti-deforestasi dalam seluruh pasokan mereka dijabarkan dalam beberapa poin:
1. Membuat sistem yang bisa melacak sumber kelapa sawit hingga ke pabrik pengolahan mulai 31 Desember 2015.

2. Memastikan tidak ada aktivitas penebangan ilegal di dalam rantai pemasok hingga ke perkebunan di tahun 2020. Khusus untuk kelapa sawit pihak pemasok harus memasukkan rencana kerja mereka kepada pihak P&G tanggal 31 Desember 2015, dimana mereka harus bisa memastikan bahwa pihak penyuplai bisa menunjukkan bahwa mereka mampu menjamin praktek penanaman dan produksi mereka di lapangan bebas deforestasi di tahun 2020.
3. Bekerjasama dengan penyuplai, pihak industri, LSM, para pakar dan pemangku kepentingan lainnya untuk mempromosikan standar dan praktek industri yang konsisten dalam pembelian kelapa sawit yang berkelanjutan.

4. Terus mendukung hak-hak asasi manusia seperti tercantum dalam Panduan Keberlanjutan bagi Penyupai P&G, dan mendukung hak-hak masyarakat adat.

5. Memberikan laporan tahunan terkait kemajuan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.

BAB 4
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
Media komunikasi secara internet yang kini menjadi bagian dari hidup masyarakat dunia, ternyata selain memberi kemudahan bagi perusahaan dalam memasarkan produk atau jasanya, juga memberikan tantangan bagi perusahaan dalam menghadapi penyebaran isu negatif yang bisa merusak reputasi perusahaan, oleh karena itu disinilah pentingnya pengelolaan online branding.
Dalam studi kasus di atas terlihat bahwa protes kecil dari organisasi Greenpeace perlahan-lahan mulai mendapat dukungan dan kepercayaan dari masyarakat, sehingga memunculkan citra buruk perusahaan P&G di mata masyarakat. Citra buruk perusahaan tidak bisa dianggap sebelah mata, karena pelanggan masa kini sangat selektif memilih produk dan dapat dengan mudah mencari produk pengganti. Oleh karena itu, P&G harus secara global mensosialisasikan kebijakan baru terkait kasus ini serta aktivitas yang dilakukan guna membangun kembali reputasi perusahaan yang baik.
Dalam hal mengatasi kasus minyak kelapa sawit ini, perusahaan P&G telah mengambil langkah nyata yakni menambahkan kebijakan kelapa sawit dengan sasaran “ 0 deforestasi pada keseluruhan siklus supply chain kelapa sawit” dan akan membuat laporan perkembangan terkait kebijakan ini secara publik.

4.2. Saran
Atas permasalahan dan tindakan yang dihadapi dalam studi kasus antara P&G dan Greenpeace, penulis menyarankan beberapa hal beikut ini.
1. Perusahaan P&G tidak boleh menyepelekan protes sekecil apapun dan apabila terdapat isu negatif harus segera mengklarifikasikannya secara global melalui media online yang tersedia, website, facebook, twitter, dan sebagainya.
2. Untuk lebih meyakinkan kepada masyarakat atas komitmen kebijakan baru yang sudah dilakukan perusahaan P&G, lakukan posting artikel terkait aktivitas yang sudah dilakukan sesuai kebijakan minyak kelapa dengan melampirkan bukti nyata berupa gambar atau video.
3. Sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan P&G bisa melakukan training Environment Awareness terhadap para petani kelapa sawit di negara penyuplai.

DAFTAR PUSTAKA

Administrator. 2014. Global Structure and Governance. http://www.pg.com/en_US/index.shtml diakses pada 29 Mei 2013.
Administrator. 2014. Procter&Gamble. http://id.wikipedia.org/wiki/Procter_%26_Gamble diakses pada 29 Mei 2014
Greenpeace. (2014). P&G Dirty Secret. The Netherlands: greenpeace.org.
http://www.yptrading.co.id/artikel/detail/107/pengertian-brand.html/ Diakses pada Mei 2014
http://ahlimanajemenpemasaran.com/2011/07/prinsip-dalam-mengelola-brand-strategy-dan-brand-management/ Diakses pada Mei 2014
http://ekonomi.kompasiana.com/marketing/2012/03/19/mengapa-branding-penting-bagi-bisnis-anda-447990.html Diakses pada Mei 2014
http://www.greenpeace.org/international/Global/international/briefings/forests/2014/ProcterGambleDS_MediaBriefing_Final.pdf

Dituding Beli Kelapa Sawit Bermasalah, P&G Rilis Komitmen Nol Deforestasi


http://www.greenpeace.org/seasia/id/blog/kita-menang/blog/48873/
Scott M. Davis, Brand Asset Management: Driving Profitable Growth Through Your Brands, Jossey Bass.

LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
Nama : Arni Virani
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 26 Juli 1993
Alamat : Interkota blok A5 no. 11, Cengkareng, Jakarta Barat
No. Telepon : 08197670261
Email : ni.arnie@live.com
Jenis Kelamin : Wanita
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Tarsisius 1
2005-2008 SMP Vianney
1999-2005 SD Vianney
1996-1999 TK Damai

Pengalaman Kerja :
2011 Sales Promotion Antivirus, Softlenses, MasterCard.
2012 PIC Mid-Year Gathering Novartis
2013 Volunteer untuk SUA Jakarta

RIWAYAT HIDUP
Nama : David Santoso
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 13 Juni 1993
Alamat : Jl. Taman Meruya Ilir Blok I2 No.24, Jakarta Barat 11620
No. Telepon : 08988246820
Email : Santosodavid93@gmail.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA SMA Pelita 2
2005-2008 SMP SMA Pelita 2
1999-2005 SD SMA Pelita 2
1996-1999 TK SMA Pelita 2

Pengalaman Kerja :
2011 – Sales Promotion PT. Unilever Indonesia
– Credit Card Sales Marketting of PT.UOB Buana Indonesia
2012 Liaison Officer of Asean English Olympic by BNEC

RIWAYAT HIDUP
Nama : Hendy Salim
Tempat, Tanggal Lahir : Bandar Lampung, 4 maret 1992
Alamat : Jl. Haji taisir no 5, Jakarta Barat
No. Telepon : 087899844883
Email : hendisalim21@yahoo.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Immanuel Bandar Lampung
2005-2008 SMP Immanuel Bandar Lampung
1999-2005 SD Immanuel Bandar Lampung
1996-1999 TK Immanuel Bandar Lampung

Pengalaman Kerja : –

RIWAYAT HIDUP
Nama : Rendy Rinaldo
Tempat, TanggalLahir : Tanjungpinang, 12 Juni 1993
Alamat : Gg. Keluarga No. 39 B, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480
No. Telepon : 083873373828
Email : rendyrinaldo77@gmail.com
JenisKelamin : Laki – laki
RiwayatPendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMAN 1 Tanjungpinang
2005-2008 SMPN 1 Tanjungpinang
1999-2005 SD Katolik
1996-1999 TK Djuwita

PengalamanKerja :
2013 Translator / Interpreter untuk Tech In Asia
2013 Volunteer untuk Startup Asia Jakarta
2012 – 2013 Tutor untuk kelas TOEFL dan PSP (Public Speaking and Performance)
2012 & 2013 Panitia di Binus Online Job Expo 2012 dan 2013

RIWAYAT HIDUP
Nama : Jennifer Pauling
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 11 November 1993
Alamat : Jl. 21 No.12 B RT01 RW08 Teluk Gong, Jakarta Utara 14450
No. Telepon : 083893953885
Email : jenniferpauling11@gmail.com
Jenis Kelamin : Perempuan
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Negeri 1 Tanjungpinang
2005-2008 SMP Negeri 5 Tanjungpinang
1999-2005 SD Swasta Katolik Tanajungpinang
1996-1999 TK Djuwita Tanjungpinang

Pengalaman Kerja :
2011-now – Math, Physics, and Chemistry Teacher at Proverbs Course
2012-now – Duta Binusian as Mentor in BINUS Student Learning Community (BSLC)
– English TOEFL Intermediate One Tutor in Bina Nusantara English Club (BNEC)

RIWAYAT HIDUP
Nama : Toni Sugino
Tempat, Tanggal Lahir : Pontianak, 20 Juni 1993
Alamat : Jl. Batusari Raya No.80, Palmerah, Jakarta Barat
No. Telepon : 089602466815
Email : toni_sho@ymail.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Gembala Baik
2005-2008 SMP Gembala Baik
1999-2005 SD Gembala Baik
1996-1999 TK Gembala Baik

Pengalaman Kerja :
2013 Translator / Interpreter for Tech In Asia
2013 Liaison Officer / Volunteer for Startup Asia Jakarta

This entry was posted in Topik Topik Lanjutan SI. Bookmark the permalink.