Opportunity to have Global Careers with Multinational Company

Universitas Bina Nusantara
______________________________________________________________________

Jurusan Sistem Informasi
School of Information Systems
Tugas Paper
M0214 – Topik-Topik Lanjutan Sistem Informasi
Semester Genap tahun 2013/2014
Halaman Abstrak
Opportunity to have Global Careers with Multinational Company

Kelas / Kelompok: 06PKM / 05

Anggota Kelompok:
Arni Virani : 1501155411
Toni Sugino : 1501169865
Hendy Salim : 1501178522
Rendy Rinaldo : 1501188473
Jennifer Pauling : 1501189053
David Santoso : 1501194015

ABSTRAK
Perusahaan multinasional adalah sebuah perusahaan yang memiliki kantor pusat di banyak negara lain dan umumnya menggunakan sistem desentralisasi dalam pengambilan keputusan. Hingga saat ini telah berdiri berbagai macam perusahaan multinasional yang telah berkiprah cukup lama. Banyak perusahaan multinasional ini ditandai dengan adanya unit produksi atau perwakilannya di luar negara asal dan secara tidak langsung mereka memiliki program, kebijakan yang lebih kompleks dalam menjalankan bisnisnya atau dalam merekrut sumber daya manusianya. Salah satu contoh dari perusahaan global adalah perusahaan Accenture. Sebagai salah satu perusahaan multinasional, Accenture telah berhasil membuktikan kiprahnya di kancah internasional dengan berbagai struktur kebijakan yang ada serta inovasi dan teknologi yang digunakan.
Kata kunci: Perusahaan multinasional, kebijakan


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pertumbuhan perusahaan multinasional di Indonesia bisa dikategorika sebagai pertumbuhan yang cukup cepat. Secara tidak langsung, hal ini didukung dengan adanya perjanjian kerjasama secara global untuk mengadakan daerah pasar bebas yang mendorong banyak pihak eksternal atau yang dalam hal ini adalah perusahaan-perusahaan besar untuk berinvestasi ke negara-negara berkembang yang memiliki kelebihan dalam aspek Sumber Daya Manusia dan bahan baku yang mudah di dapatkan pada kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Dalam dekade terakhir ribuan perusahaan telah bermunculan dan tumbuh di Indonesia. Dari ribuan perusahaan yang ada, beberapanya telah memiliki sebuah perputaran roda bisnis yang besar dan telah mengekspansi roda bisnisnya ke negara lain. Hal inilah yang disebut dengan perusahaan multinasional, Sebagai perusahaan yang termasuk dalam skala besar, perusahaan-perusahaan ini selalu diidolakan oleh para pencari kerja dari segala belahan dunia dikarenakan mereka telah memiliki sebuah struktur yang baik dalam menjalankan bisnisnya.

Adapun yang dimaksud struktur di sini tidak hanya menyangkut struktur organisasi namun juga berkaitan dengan perihal bagaimana ia menjalankan bisnisnya, nilai yang diusung perusahaan terbseut dan bagaimana cara perusahaan tersebut memperlakukan sumber dayanya. Maka tidak bisa dipungkiri bahwa perusahaan multinasional selalu dijadikan patokan atau standar bagi perusahaan lain dalam rangka meningkatkan bisnis mereka. Salah satu perusahaan multinasional yang telah membuktikkan performanya sebagai perusahaan multinasional adalah Accenture Indonesia. Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai segala hal terhadap perusahaan multinasional khususnya dari sisi sumber dayanya dan strategi yang digunakan; penulis dalam kesempatan ini mengambil Accenture Indoensia sebagai pembahasan dalam penulisan makalah ini.

1.2 Ruang Lingkup
Berikut adalah batasan cakupan dari karya tulis ini, antara lain:

1. Pembahasan menjelaskan tentang keadaan dan sejarah Accenture
2. Penjelasan mengenai kebijakan yang dijalankan di perusahaan Accenture dimulai dari program dan tunjangan, tahap perekrutan, jenjang karir, dan lingkungan kerja di Accenture.

1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan dasar yang ingin dicapai dalam penyusunan karya tulis ini adalah:

1. Memahami bagaimana perusahaan multinational Accenture mengelola sumber daya manusianya yang dimulai dari proses perekrutan, jenjang karir dan program serta tunjangan yang diberikan.
2. Memahami bagaimana strategi Accenture dalam menajalankan bisnisnya

Sedangkan beberapa manfaat yang diperoleh sebagai hasil evaluasi dalam karya tulis ini, antara lain:
1. Dapat mengetahui bagaimana perusahaan multinasional, Accenture, menjalankan roda bisnisnya dan secara kritis mempelajari hal-hal positif dari perusahaan Accenture

1.4 Metodologi Penulisan
Dalam penulisan karya tulis ini dipergunakan berbagai informasi pendukung berdasarkan metode studi kepustakaan yang diperoleh melalui berbagai sumber, seperti buku penunjang, jurnal-jurnal online, skripsi dan beberapa website yang menyediakan informasi mengenai perusahaan global. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber iniakan dibuat sebuah pembahasan tentang perusahaan multinational yakni perusahaan Accenture.

1.5 Sistematika Penulisan
Karya tulis ilmiah ini terdiri atas beberapa bab pembahasan, yaitu :

• BAB 1 : PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dijelas mengenai pemahaman awal tentang perusahaan multinationalsecara umum dan secara khusus mengenai bagaimana perusahaan multinational bergerak dalam bidangnya masing-masing, yang terdiri atas latar belakang, ruang lingkup, tujuan dan manfaat penulisan, serta metodologi penulisan laporan.

• BAB 2 : LANDASAN TEORI
Pada bab ini berisikan teori-teori umum hingga teori khusus yang dijadikan sebagai dasar pengetahuan untuk memahami pengertian, ciri-ciri, hambatan, karakter dan teknologi yang digunakan di perusahaan multinasional

• BAB 3 : PEMBAHASAN
Pada bab ini akan dijelaskan pembahasan inti tentang pelaksanaan kegiatan dan kebijakan dalam perusahaan multinasional, Accenture.

• BAB 4 : PENUTUP
Bab ini akan memaparkan kesimpulan dari keselurhan pembahasan mengenai pelaksanaan dan kebijakan yang ada di dalam perusahaan Accenture, serta memaparkan beberapa saran untuk solusi atas permasalahan yang terjadi di perusahaan Accenture.
BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1 Definisi tentang multinasional company
Sebuah perusahaan yang memiliki fasilitas dan asset lebih dari satu negara selain Negara asalnya. Perusahaan seperti ini memiliki kantor dan pabrik di Negara berbeda dan biasanya memiliki kantor pusat yang terpusat di mana dapat mengkoordinasikan manajemen global. Perusahaan multinasional yang sangat besar memiliki anggaran yang lebih besar dibandingkan banyak negara kecil. (Multinational Corporation, 2014)
Multinasional company memiliki kode etik bagi perusahaan, dapat didefinisikan sebagai seperangkat prinsip yang disetujui perusahaan secara sukarela untuk mematuhinya dalam segala konteks kegiatan yang dilakukan perusahaan. Prinsip – prinsip ini mungkin berhubungan dengan aspek – aspek yang beragam seperti praktek perdagangan, perilaku dan etika perusahaan, standar lingkungan, kondisi kerja dan hak asasi manusia, dan berlaku untuk anak perusahaannya

2.2 Hambatan perkembangan multinasional company
Beberapa hambatan dalam pengembangan multinational company, yaitu :

1. Batasan Perdagangan dan Tarif bea cukai
Dalam melaksanakan bisnis internasional khususnya yang berbentuk perdagangan internasional yaitu ekspor atau impor, hambatan utamanya akan berupa hambatan dalam hal perdagangan serta sering terjadinya pembatasan-pembatasan tarif bea masuk. Hambatan inilah yang selalu menjadi objek perdebatan antar bangsa-bangsa yang belangsung dalam sidang internasional “ GATT “ yaitu singkatan dari “General agreement on Tariffs and Trade”.
Hambatan perdagangan adalah antara lain berupa pemilihan partner dagang dari suatu Negara tertentu saja yang biasanya partner tersebut dipilih atas dasar pertimbangan baik ekonomis maupun nonekonomis.

2. Perbedaan bahasa, sosial budaya/kultural
Perbedaan dalam bahasa sering kali merupakan hambatan bagi kelancaran bisnis internasional, hal ini disebabkan karena bahasa adalah merupakan alat komunikasi yang vital baik bahsa lisan maupun bahsa tulis.Perbedaan kondisi sosial budaya merupakan suatu masalah yang harus di cermati pula dalam melakukan bisnis internasional.

3. Kondisi politik dan hukum/ perundang-undangan
Ketentuan hukum atau pun perundang-undangan yang berlaku di suatu Negara kadang juga membatasi berlangsungnya bisnis internasional.Misalnya Negara-Negara Arab melarang barang-barang mengandung daging maupun minyak Babi.

4. Hambatan Operasional
Transportasi sering kali sukar untuk dilakukan karena anatra kedua Negara itu belum memiki jalur pelayaran kapal laut yang reguler . (Cess,2013)

2.3 Ciri – ciri perusahaan multinasional
Ciri – ciri perusahaan multinasional antara lain :
1. Lingkup kegiatan income generating (perolehan pendapatan) perusahaan multinasional melampau batas- batas Negara.
2. Perdagangan dalam perusahaan multinasional kebanyakan terjadi di dalam lingkup perusahaan itu sendiri, walaupun antarnegara.
3. Control terhadap pemakaian teknologi dan modal sangat diutamakan mengingat kedua factor tersebut merupakan keuntungan kompetitif perusahaan multinasional.
4. Pengembangan system managemen dan distribusi yang melintasi batas-batas Negara, terutama system modal ventura, lisensi dan franchise.

2.4 Karakter Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional biasanya memiliki ciri – ciri :
1. Membentuk cabang – cabang di luar negeri
2. Visi dan strategi yang digunakan untuk memproduksi suatu barang bersifat global (mendunia), jadi perusaan tersebut membuat atau menghasilkan barang yang dapat digunakan di semua negara.
3. Lebih cenderung memilih kegiatan bisnis tertentu, umumnya manufaktur.
4. Menempatkan cabang pada negara – negara maju.
5. Kehadiran anak perusahaan bagi negara cabang banyak memberikan keuntungan untuk negara tersebut diantaranya pemberian pajak untuk perusahaan tersebut yang cukup besar.Tidak hanya itu, dengan adanya suatu anak perusahaan dinegara lain, berarti sedikit membantu membuka peluang kerja bagi penduduk yang belum kerja dinegara tersebut.

2.5 Contoh- contoh perusahaan Multinasional yang ada di Indonesia
1. DUNKIN DONUTS
Dunkin’Donuts pertama kali masuk ke Indonesia melalui Penanaman Modal Asing Langsungnya dengan membuka perusahaan pertamanya di Jakarta. Dunkin’ Donuts sebelumnya juga telah membuka cabang-cabangnya (franchise) di berbagai negara, seperti negara-negara di Eropa. Dunkin’Donuts pada mulanya tumbuh dan berkembang di kota Boston, Amerika Serikat pada tahun 1940 (dengan nama awal Open Kettle). Kemudian perusahaan ini terus tumbuh dan berkembang hingga akhirnya pada tahun 1970, Dunkin’Donuts telah berhasil menjadi perusahaan dengan merek internasional. Kemudian pada tahun 1983 perusahaan Dunkin’Donuts dibeli oleh Domecq Sekutu (Allied Domecq) yang juga membawahi Togo’s dan Baskin Robins. Di bawah Allied Domecq, perluasan pasar Dunkin’Donuts secara internasional semakin diintensifkan. Hingga akhirnya gerai Dunkin’Donuts tersebar tidak hanya di benua Amerika saja, tetapi juga meluas ke benua-benua seperti Eropa dan Asia. Di Indonesia sendiri, Dunkin’ Donuts mulai merambah pasarnya pada tahun 1985 dengan gerai pertama didirikan di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat. Khusus wilayah Indonesia, master franchise Dunkin’Donuts dipegang oleh Dunkin’ Donuts Indonesia[10]. Saat pertama kali Dunkin’Donuts membuka gerai pertamanya di Indonesia (pada tahun 1980-an), tidak ada reaksi keras dari masyarakat yang menentang perusahaan tersebut untuk masuk.Masyarakat cenderung menganggap positif atas upaya perusahaan tersebut dalam memperluas jaringan pasarnya.Mereka justru cenderung merasa senang atas hadirnya Dunkin’Donuts di Indonesia.
2. LEVI’S JEAN
Sebuah kisah menggambarkan sejarah celana jeans yang telah diciptakan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, delapan tahun setelah jeans masuk ke Amerika Serikat (AS) tahun 1872. Jeans Levis pertama kali dibuat di Genoa, Italia tahun 1560-an. Kain celana ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Prancis menyebut celana ini dengan sebutan “bleu de Génes”, yang berarti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali diproduksi dan dipakai di Eropa, tetapi sebagai fashion, jeans dipopulerkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai pedagang pakaian.Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.Levi Strauss & Co. adalah produsen pakaian Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1853 oleh Levi Strauss. Perusahaan ini bersifat internasional dengan 3 divisi geografis Levi Strauss North Americas, bermarkas di San Francisco, Levi Strauss Europe, dengan markas di Kota Brusel dan Levi Strauss Asia Pacific, markas di Singapura. Jumlah karyawan perusahaan Levi Strauss & Co.sampai saat ini telah mencapai sekitar 8.850 di seluruh dunia.
3. EPSON
Awalnya EPSON yang ada saat ini memang bukan berasal dari Indonesia.Produk asal Jepang ini menjadikan Indonesia menjadi pusat produksinya didunia. Epson sesungguhnya berawal dari usaha jam merek Seiko. Ya, merek jam yang selama ini kita kenal itu merupakan cikal bakal berdirinya EPSON. Boleh dibilang EPSON adalah anak kandung Seiko.Didirikan Hisao Yamazaki pada 1942, Seiko berada di bawah bendera Daiwa Kogyo. Kala itu, Seiko amat terkenal akan keunggulannya dalam teknologi presisi kinetiknya. Teknologi ini sangat memperhatikan detail, ketepatan, serta keakuratan secara mekanis dan berulang. Sebuah teknologi yang mencerminkan gaya hidup orang Jepang.
4. KFC
KFC (dulu dikenal dengan nama Kentucky Fried Chicken) adalah suatu merek dagang waralaba dari Yum! Brands, Inc., yang bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. Didirikan oleh Col. Harland Sanders, KFC dikenal terutama karena ayam gorengnya, yang biasa disajikan dalam bucket. Col. Sanders mulai menjual ayam gorengnya di pom bensin miliknya pada tahun 1939 di Corbin, Kentucky yang selanjutnya pindah ke sebuah motel. Ia menutup usahanya pada akhir 1940-an sewaktu jalan tol Interstate melalui kotanya. Pada awal 1950-an, ia mulai berkeliling Amerika Serikat dan bertemu dengan Pete Harman di Salt Lake City, Utah, dan pada tahun 1952 bersama-sama mendirikan restoran Kentucky Fried Chicken yang pertama di dunia (restoran pertamanya tidak menggunakan nama tersebut). Sanders menjual seluruh waralaba KFC pada tahun 1964 senilai 2 juta USD, yang sejak itu telah dijual kembali sebanyak tiga kali. Pemilik terakhir adalah PepsiCo, yang menggabungkannya ke dalam divisi perusahaan Tricon Global Restaurants yang sekarang dikenal sebagai Yum! Brands, Inc. Pada tahun 1997, Tricon terpisah dari PepsiCo. Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT. Fastfood Indonesia, Tbk (IDX: FAST) yang didirikan oleh Kelompok Usaha Gelael pada tahun 1978, dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Restoran KFC pertama di Indonesia dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta.
5. LG
Didirikan pada 1947, Lucky Chemical Industrial Co. (sekarang disebut LG Chemical), adalah merupakan perusahaan kimia pertama di Korea. Perusahaan ini merupakan sebuah kerja sama antara keluarga Koo dan Heo, yang telah memiliki bisnis yang saling bersaing satu sama lain untuk beberapa generasi. Grup ini memperluas ke peralatan rumah tangga pada 1958 di bawah nama Goldstar Electronics Co. GeumSung being Planet Venus)(sekarang disebut LG Electronics), yang merupakan perusahaan elektronik pertama di negara tersebut. LG Indonesia didirikan pada 15 Desember 1990 yang berpusat di Gedung Garuda Indonesia. LG Indonesia juga sebagai sponsor resmi Persija Jakarta
6. BLACKBERRY
Berawal dari perusahaan kecil dengan modal hasil pinjaman, RIM berkembang menjadi perusahaan yang paling di kagumi dan di hormati dai Kanada. Kisah sukses perusahaan dengan nama lengkap Research In Motion Ltd, berawal dari keinginan seorang pemuda yang di drop out dari kampusnya untuk membuktikan diri. Adalah seorang yunani bernama Mike Lazardis yang berimigrasi dari Turki ke Kanada pada th 1967. Usianya yang ke 23 Lazardis mendapat kenyataan pahit karena di keluarkan dari Universitas Waterloo, dimana dia mendalami teknik elektro.Lazardis mendapat pinjaman modal usaha dari teman dan keluarganya. Dengan modal tersebut, Lazarsis dan dua temannya mendirikan RIM di Waterloo,Ontario Kanada th 1984. BlackBerry pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada pertengahan Desember 2004 oleh operator Indosat dan perusahaan Starhub.Perusahaan Starhub merupakan pengejewantahan dari RIM yang merupakan rekan utama BlackBerry.

2.6 Dampak perusahaan Multinasional
Dewasa ini kehadiran perusahaan-perusahaan multinasional di bidang ekonomi dan politik dunia, terasa sangat mencolok.Perusahaan-perusahaan multinasional yang “menancapkan kukunya” juga tentu saja memberikan implikasi kepada, saya sebut sebagai, Negara yang di’ekspansi’nya, baik dampak positif maupun dampak negatifnya.Dampak positif pertama yang paling sering disebut-sebut sebagai sumbangan positif penanaman modal asing ini adalah, peranannya dalam mengisi kekosongan atau kekurangan sumber daya antara tingkat investasi yang ditargetkan dengan jumlah actual “tabungan domestik” yang dapat dimobilisasikan. Dampak positif kedua adalah, dengan memungut pajak atas keuntungan perusahaan multinasional dan ikut serta secara financial dalam kegiatan-kegiatan mereka di dalam negeri, pemerintah Negara-negara berkembang berharap bahwa mereka akan dapat turut memobilisasikan sumber-sumber financial dalam rangka membiayai proyek-proyek pembangunan secara lebih baik.
Dampak positif ketiga adalah, perusahaan multinasional tersebut tidak hanya akan menyediakan sumber-sumber financial dan pabrik-pabrik baru saja kepada Negara-negara miskin yang bertindak sebagai tuan rumah, akan tetapi mereka juga menyediakan suatu “paket” sumber daya yang dibutuhkan bagi proses pembangunan secara keseluruhan, termasuk juga pengalaman dan kecakapan manajerial, kemampuan kewirausahaan, yang pada akhirnya nanti dapat dimanifestasikan dan diajarkan kepada pengusaha-pengusaha domestic
Dampak positif keempat adalah, perusahaan multinasional juga berguna untuk mendidik para manajer local agar mengetahui strategi dalam rangka membuat relasi dengan bank-bank luar negeri, mencari alternative pasokan sumber daya, serta memperluas jaringan-jaringan pemasaran sampai ke tingkat internasional. Dampak positif kelima adalah, perusahaan multinasional akan membawa pengetahuan dan teknologi yang tentu saja dinilai sangat maju dan maju oleh Negara berkembang mengenai proses produksi sekaligus memperkenalkan mesin-mesin dan peralatan modern kepada Negara-negara dun ia ketiga.
Selain dampak positif yang telah dikatakan diatas, tentu saja dalam pelaksanaan kegiatan ekonominya, perusahaan multinasional juga mempunyai dampak negatif yang terjadi pada Negara tamu.Pada umumnya pasar yang menjadi sasaran pemasaran perusahaan multinasional ini memang adalah Negara-negara yang notabenenya adalah Negara-negara yang sedang berkembang atau Negara-negara dunia ketiga. Hal ini mereka lakukan karena Negara-negara dunia ketiga ini dinilai belum mempunyai perlindungan yang baik atau belum mempunyai “kekuatan” yang cukup untuk menolak “kekuatan” daripada perusahaan-perusahaan raksasa multinasional ini sehingga bukan tidak mungkin mereka bisa melakukan intervensi terhadap pemerintahan yang dilangsungkan oleh Negara yang bersangkutan, atau dengan kata lain Negara-negara ini menghadapi dilema di mana sebagian besar negara terlalu lemah untuk menerapkan prinsip aturan hukum, dan juga perusahaan-perusahaan raksasa ini sangat kuat menjalankan kepentingan ekonomi untuk keuntungan mereka sendiri.
Kemudian kita juga harus menyadari bahwa perusahaan-perusahaan mutinasional ini tidak tertarik untuk menunjang usaha pembangunan suatu Negara.Perhatian mereka hanya tertuju kepada upaya maksimalisasi keuntungan atau tingkat hasil financial atas setiap sen modal yang mereka tanamkan.Perusahaan-perusahaan multi nasional ini senantiasa mencari peluang ekonomi yang paling menguntungkan, dan mereka tidak bisa diharapkan untuk memberi perhatiam kepada soal-soal kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan lonjakan pengangguran.Pada umumnya, perusahaan-perusahaan multinasional hanya sedikit memperkerjakan tenaga-tenaga setempat.Operasi mereka cenderung terpusat di sector modern yang mampu menghasilkan keuntungan yang maksimal yaitu di daerah perkotaan.
Selain tidak bisa diharapkan untuk ikut membantu mengatasi masalah ketenagakerjaan di Negara tuan rumah, mereka bahkan seringkali memberi pengaruh negative terhadap tingkat upah rata-rata, karena mereka biasanya memberikan gaji dan aneka tunjangan kesejahteraan yang jauh lebih tinggi ketimbang gaji gaji rata-rata kepada para karyawannya, baik itu yang berasal dari Negara setempat atau yang didatangkan dari Negara-negara lain. Di atas telah dikatakan bahwa keuatan mereka juga ditunjang oleh posisi oligopolitik yang mereka genggam dalam perekonomian domestik atau bahkan internasional pada sektor atau jenis-jenis produk yang mereka geluti.Hal ini bertolak berlakang dari keyataan bahwa mereka cenderung beroperasi di pasar-pasar yang dikuasai oleh beberapa penjual dan pembeli saja. Situasi seperti ini memberi mereka kemampuan serta kesempatan yang sangat besar untuk secara sepihak menentukan harga-harga dan laba yang mereka kehendaki, bersekongkol dengan perusahaan lainnya dalam membagi daerah operasinya serta sekaligus untuk mencegah atau membatasi masuknya perusahaan-perusahaan baru yang nantinya dikhawatirkan akan menjadi saingan mereka.
Hal-hal tersebut mereka upayakan dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki dalam penguasaan teknologi-teknologi baru yang paling canggih dan efisien, keahlian-keahlian khusus, diferensiasi produk, serta berbagai kegiatan periklanan secara gencar dan besar-besaran untuk mempengaruhi, kalau perlu mengubah, selera dan minat konsumen. Kemudian walaupun dampak-dampak awal (berjangka awal) dari penanaman modal perusahaan multinasional memang dapat memperbaiki posisi devisa Negara yang menerima mereka (Negara tuan rumah), tetapi dalam jangka panjang dampak-dampaknya justru negatif, yakni dapat mengurangi penghasilan devisa itu, baik dari sisi neraca transaksi berjalan maupun neraca modal. Neraca transaksi berjalan bisa memburuk karena adanya impor besar-besaran atas barang-barang setengah jadi dan barang modal oleh perusahaan multinasional itu, dan hal tersebut masih diperburuk lagi oleh adanya pengiriman kembali keuntungan hasil bunga, royalty, dan biaya-biaya jasa manajemen ke Negara asalnya. Jadi praktis pihak Negara tuan rumah tidak memperoleh bagian keuntungan yang adil dan wajar.
Selain itu perusahaan-perusahaan multinasional berpotensi besar untuk merusak perekonomian tuan rumah dengan cara menekan timbulnya semangat bisnis para usahawan local, dan menggunakan tingkat penguasaan pengetahuan teknologi mereka yang superior, jaringan hubungan luar negeri yang luas dan tertata baik, keahlian dan agresivitas di bidang periklanan, serta penguasaan atas berbagai berbagai jenis jasa pelengkap lainnya untuk mendorong keluar setiap perusahaan local yang cukup potensial yang dianggap mengganggu atau mengancam dalam kancah persaingan, dan sekaligus untuk menghalangi munculnya perusahaan-perusahaan baru yang berpotensi untuk menjadi saingan mereka. Perusahaan-perusahaan multinasional juga sering menggunakan kekuatan ekonomi mereka untuk mempengaruhi, menyuap, dan memanipulasi berbagai kebijakan pemerintah di Negara tuan rumah ke arah yang tidak menguntungkan bagi pembangunannya.

2.7 Keuntungan Multinasional Company

Beberapa Keuntungan Multinasional Company bagi negara tuan rumah, yaitu
1. Tingkat investasi, tingkat pekerjaan, dan tingkat pendapatan dari negara tuan rumah meningkat karena operasi multinasional company.
2. Industri dari Negara tuan rumah mendapatkan teknologi terbaru dari Negara – Negara asing melalui multinasional company.
3. Bisnis Negara tuan rumah juga mendapatkan kemampuan management dari Multinasional company.
4. Pedagang domestic dan perantara pasar negara tuan rumah akan meningkatakn bisnis dari pengoperasian multinasional company.
5. MNC break proctectionalism, mengekang monopoli local, menciptakan persaingan Antara perusahaan domestic dan dapat meningkatkan daya saing perusahaan.
6. Industri dalam negeri dapat menggunakan RnD (Research and development) dari hasil multinasional company.
7. Negara tuan rumah dapat mengurangi impor dan meningkatkan ekspor karena barang yang diproduksi oleh MNC di negara tuan rumah. Hal ini membantu untuk meningkatkan neraca pembayaran.
8. Tingkat pembangunan industry dan ekonomi akibat pertumbuhan MNC di Negara tuan rumah. (Soni, 2012)
2.7 Teknologi yang digunakan MNC untuk merekrut pegawai baru
2.7.1 Internet
Internet adalah jaringan komputer di seluruh dunia yang memungkinkan ” berbagi ” atau ” jaringan ” di lokasi terpencil dari lembaga lain akademis , perusahaan swasta , instansi pemerintah , dan individu .
Menurut Kelly , internet adalah jaringan dari jaringan yang menghubungkan semua komputer dari seluruh dunia menggunakan TCP / IP sebagai prosedur standar.

2.7.2 URL
Uniform Resource Locator ( URL ) dapat ditentukan sebagai alamat kontak di World Wide Web . Ini adalah himpunan surat-surat yang menunjuk ke lokasi sumber daya yang spesifik di web. Contoh URL adalah http://www.siluwed-club.com .

2.7.3 HTTP
Hypertext Transfer Protocol ( HTTP ) adalah protokol level aplikasi yang digunakan untuk transfer atau menyampaikan informasi di World Wide Web . Ini adalah protokol request / respon yang relatif sederhana antara klien dan server . Ini mendefinisikan bagaimana klien meminta halaman web dari server dan bagaimana mentransfer server halaman web untuk klien . Ketika klien meminta halaman web , browser mengirim pesan permintaan HTTP untuk objek dalam halaman untuk server . Server menerima permintaan pesan dan merespon dengan pesan respon HTTP yang berisi benda-benda

2.7.4 Web browser
Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan dan berinteraksi dengan informasi yang terletak di halaman web . Aplikasi ini berkomunikasi melalui HTTP , mengatur HTML , dan menampilkan beberapa jenis data teks, grafik , dan suara. Beberapa contoh browser adalah Internet Explorer , Mozilla Firefox , Opera , dan Netscape .

2.7.5 HTML
HTML ( Hyper Text Markup Language ) adalah bahasa untuk membuat halaman web . HTML berisi campuran teks biasa dengan ” markup ” tag yang menjelaskan teks . Tag ini menggambarkan penampilan atau tata letak teks dan konten . Meski begitu keputusan penampilan dan tata letak masih tergantung pada browser

2.7.6 Hypertext Preprocessor (PHP)
Menurut(Brooks:1-2) PHP adalah bahasa server-side yang dokumennya terletak pada server lokal bukan didownload pada komputer klien lokal, sehingga mampu mengakses file dari server lokal dan mengolah informasi dari sebuah dokumen HTML. Oleh karena itu, PHP merupakan bahasa scripting yang terpasang pada HTML yang mampu memberikan beberapa keuntungan pada website (Powers : 1) yaitu :
 Memberikan umpan balik secara langsung dari website ke mailbox.
 Mengupload file melalui web page.
 Menampilkan gambar dengan pixel yang besar.
 Membaca dan menulis file.
 Menampilkan dan mengupdate informasi secara dinamis.
 Menggunakan database untuk menampilkan dan menyimpan informasi.
 Membuat website mudah dicari.

Berdasarkan kelebihan di atas, kita mengetahui bahwa PHP telah mendukung sistem database dalam pengolahan informasinya, seperti Oracle, MySQL, Sybase, PostgreSQL, dsb. Sedangkan kerangka kerja (framework) PHP yang sering digunakan antara lain CakePHP, CodeIgniter, Prado, Symfony, Zend Framework, Yii, PHPDevShell, Akelos, QPHP, dan ZooP. Pada dasarnya PHP mendukung delapan tipe data, yaitu boolean, integer, float/double, string, array, object, resource, dan null.

2.7.7 My Sql
Menurut (Sheldon dan Moes: 1)MySql adalah server database relasional (Relational Database Management System) yang menawarkan fitur yang sama ditemukan dalam bersaing produk SQL lainnya, dengan kata lain MySql mempersiapkan filtur-filtur yang hampir mirip dengan database management system lainnya sesuai dengan standar SQL. Mysql merupakan open source yang memberikan license-license gratis kepada para pengguna sehingga database management system ini menjadi sangat populer.
Salah satu kelebihan dari DBMS(Database Management System) Mysql adalah Fleksibilitas. Sistem opersai apapun yang digunakan komputer dapat dijalankan oleh My Sql ke local hostnya, user dapat mengoptiomalkan binari yang sudah tersedia untuk 14 platform.Selanjutnya, mysql membuat source code yang tersedia untuk didownload jika binari tidak tersedia dalam platform Anda, atau jika user ingin melakukan kompilasi sendiri. Berbagai macam API (Application Programming Interface) juga tersedia untuk berbagai bahasa pemrograman yang sangat populer, termasuk, C, C + +, Java, Perl, PHP, Ruby dan Tel.
2.7.8 XAMPP
XAMPP adalah perangkat lunak gratis server apache yang didalamnya terdapat database server MySql. XAMPP ini menjembatani antara pemrograman PHP dengan database MySql. XAMPP mendukung instalasi pada sistem opersai Windows dan Linux.

Gambar 2.1 Tampilan Control Panel XAMPP (Irawan, Yudie: 2011)

BAB3
PEMBAHASAN

3.1 Company Overview Accenture
Accenture membantu perusahaan dalam mengakses bagaimana cara memaksimalkan performa dan pekerjaan mereka untuk mencapat visi perusahaan tersebut. Accenture mengembangkan dan mengimplementasikan teknologi untuk meningkatkan produktifitas dan efisiensi klien – dan dapat bekerja sesuai dengan bisnis mereka. Accenture membuat klien menjadi bisnis performa tinggi.
Hal yang membuat Accenture berbeda pada pangsa pasar antara lain :
• Menjaga hubungan klien pada level C-suite dengan berbagai perusahaan global lainnya
• Pendalaman dan luas secara global di lebih dari 40 industri dan ratusan penawaran kunci bisnis dan isu teknologi
• Provider servis teknologi independen terbesar di dunia, dengan catatan bukti yang kompleks, proyek end-to-end
• Jaringan pengiriman global yang membantu klien dengan solusi kualitas tinggi, biaya rendah dan hasil yang lebih cepat
• Yang terbaik dalam industri, berspesialisasi pada industri tertentu dan / atau kemampuan teknologi
• Inovasi, kolaborasi dan teaming
Strategi “bisnis performa tinggi” milik Accenture adalah untuk menggunakan keahliannya dalam konsultasi, teknologi serta outsourcing untuk membantu klien dalam mencapai performa pada level tertinggi sehingga mereka dapat membuat nilai dan fungsi tinggi untuk pelanggan serta stakeholdernya. Accenture menggunakan pengetahuan industri dan proses bisnis, penawaran servis keahlian dan pandangan, dan pemahamannya, untuk mengembangkan teknologi dan bisnis baru untuk membuat dan mengimplementasikan solusi untuk klien Accenture.
Accenture menyediakan klien dengan servis bisnis end – to –end, yang berbasis pada industri, yang menghubungkan kemampuan konsultasi manajemen Accenture, teknologi dan kemampuan outsourcing proses bisnis.
Accenture memiliki hubungan ekstensif dengan perusahaan ternama di dunia dan pemerintahan serta bekerja dengan organisasi di berbagai ukuran – termasuk 91 dari Fortune Global 100 dan lebih dari ¾ dari Fortune Global 500. Komitmen untuk kepuasan klien memperkuat dan memperluas hubungan Accenture. Sebagai contoh, 99 dari 100 klien Accenture pada tahun 2013, berbasis pada keuntungan, telah menjadi klien selama sekurang – kurangnya 5 tahun, dan 91 klien sudah menjadi klien selama 10 tahun.
Accenture memiliki cara unik untuk melakukan hal – Cara Accenture. Merupakan bagaimana Accenture melakukan invoasi, kolaborasi, dan operasi serta mengirimkan nilai – untuk klien, shareholders, serta komunitas bisnis di seluruh dunia. Cara Accenture dibawa setiap hari, dalam apapun yang Accenture lakukan, melalui semangat unik, energi, dan cara yang dimilikinya.
3.2 Sejarah Accenture
Inovasi terus – menerus dan transformasi cepat telah menjadi tema selama seluruh sejarah Accenture, dimana kembali pada tahun 1950an dengan instalasi sistem komputer pertama untuk penggunaan periklanan pada Amerika di fasilitas General Electric’s Appliance Park.
Accenture membangun reputasinya sebagai konsultan teknologi dan integrator sistem. Pada tahun 1980an, Accenture mulai menawarkan berbagai solusi integrasi bisnis untuk klien – solusi yang menghubungkan teknologi perusahaan, proses, dan orang sesuai dengan strateginya.
Sepanjang sejarahnya, Accenture telah mengembangkan penawaran dan fokus pada mengembangkan tren manajemen dan teknologi untuk memberi keuntungan kepada klien. Perusahaan mengembangkan integrasi sistem dan integrasi bisnis, yang didukung oleh pengembangan perencanaan sumber daya perusahaan, CRM dan servis elektronik, serta sudah menetapkan dirinya sendiri sebagai pemimpin pangsa pasar sekarang.
Accenture sekarang adalah konsultan manajemen global, penyedia servis teknologi, dan perusahaan outcourcing, dengan lebih dari 281.000 karyawan melayani klien di lebih dari 120 negara. Menggabungkan pengalaman, kapabilitas komprehensif di seluruh industri dan fungsi bisnis, serta penelitian ekstensif pada perusahaan paling sukses di dunia. Accenture berkolaborasi dengan klien untuk membantu merka dalam menjadi bisnis performa tinggi. Accenture mendapat keuntungan sekitar US$ 28.6 milliar pada 31 Agustus 2013.
3.3 Nilai Inti Accenture
1. Stewardship
Memenuhi tugas untuk membentuk perusahaan yang lebih baik, lebih kuat, serta lebih bertahan lama untuk generasi kedepannya, menjaga nama Accenture, mewujudkan komitmen kepada stakeholder, mengembangkan karyawan dan membantu mengembangkan komunitas dan lingkungan global.
2. Best People
Mengundang, mengembangkan dan menjaga bakat terbaik untuk bisnis, menantang karyawan setiap saat, mendemostrasi kemampuat ‘can-do’ dan membangun lingkungan yang mendukung.
3. Client Value Creation
Membuat klien menjadi bisnis performa tinggi dan membantu membangun hubungan jangka panjang dengan menjadi resposif dan relevan serta memberi hasil yang memuaskan.
4. One Global Network
Mengangkat kekuatan pandangan global, hubungan, serta kolaborasi dan pembelajaran untuk membawa servis yang bagus kepada klien dimanapun mereka melakukan bisnis
5. Respect for the Individual
Menjunjung tinggi perbedaan dan kontribusi unik, membuka lingkungan yang inklusif dan menanggap tiap individu dengan sikap yang mencerminkan nilai Accenture.
6. Integrity
Pantang menyerah dan tetap jujur serta menginsiprasi dengan mengatakan sesuai keinginan Accenture, sesuai tingkah laku dengan kata – kata dan mengambil tanggung jawab atas perbuatan perusahaan.

3.4 Lingkungan Kerja Accenture
Accenture adalah perusahaan global yang bekerja pada lingkungan bisnis dan budaya yang beraneka macam untuk mendukung inovasi, memperluas wawasan, dan menjangkau produk hingga ke berbagai negara di dunia. Oleh karena itu, Accenture membuka peluang kerja bagi seluruh calon pekerja berkompeten di seluruh dunia melalui website resmi pencarian jenjang karirnya, www.careers.accenture.com. Penawaran kesempatan kerja dimulai dari fresh graduate, karir profesional, hingga karir konsultan.
Accenture senantiasa mengembangkan teknologi dan tools terkini untuk mendukung kolaborasi kerja yang baik antar para staff, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pribadi para staff dalam menyelesaikan tugas perushaan. Lingkungan kerja yang dibangun dalam perusahaan Accenture menekankan pada poin-poin berikut ini:
• Berorientasi pada aktivitas berkelompok (team).
• Membangun hubungan yang baik, saling bertukar pengetahuan, dan akulturasi budaya.
• Menerima saran dan masukan dari para pekerja perihal harapan akan lingkungan kerja dan kebutuhan tertentu.
• Mengembangkan teknologi untuk mendukung model kerja jaringan selular dan jaringan terdistrubusi.
• Meningkatkan kolaborasi dan komunikasi jarak jauh antar seluruh cabang Accenture di dunia.

Sebagai seorang professional di Accenture, lingkungan kerja akan selalu bervariasi sesuai dengan industry dan jasa yang ditawarkan ke klien. Oleh karena itu, staff bisa saja bekerja langsung di perusahaan klien, bekerja di kantor lokal Accenture, ataupun bisa bekerja di rumah melalui teknologi teleconference.

Kantor lokal Accenture dibuat dengan mengusung tema “Netwotk Café”, dimana di dalamnya tidak hanya terdapat fasilitas kantor tetapi terdapat tempat untuk bersosialisasi dengan santai, sehingga antara staff dan para pemimpin bisa membangun jaringan kerja yang lebih erat dan menyenangkan.

Kantor Accenture ini juga dikembangkan berdasarakan “Eco Efficiency” dan sudah dianugerahkan sertifikasi ISO untuk kategori Environtmental Managemnet, dimana selain desain perusahaan yang ekologis, Accenture juga turut andil dalam mengurangi kadar karbon dioksida melalui evaluasi supplier terhadap tanggung jawab lingkungan dan mengurangi trip pegawai dengan teknologi teleconference.
3.5 Jenjang Karir Accenture
Accenture menawarkan enam jenis jenjang karir utama, yaitu karir digital, karir strategi, karir teknologi, karir outsourcing proses bisnis, karir consulting dan karir spesialisasi industri.
Profesional digital ditujukan untuk membantu klien untuk melancarkan kekuatan bisnis melalui digital dan menciptakan sumber daya baru yang bernilai serta dapat merubah bisnis menjadi lebih berkembang dan menguntungkan. Para professional ini akan menggabungkan kemampuan digital, aset, dan perangkat lunak agar bisnis menjadi terintegrasi secara global. Para professional ini pada dasarnya memiliki tiga peran, yakni:
• Strategis digital untuk menerapkan teknologi digital pada bisnis model, produk, atau kombinasi dengan sistem lainnya.
• Market expert yang memanfaatkan teknologi digital untuk memungkinkan adanya interaksi digital dengan pelanggan atau untuk digitalisasi sistem penjualan dan distribusinya.
• Konsultan digital perusahaan untuk meningkatkan produktivitas proses bisnis melalui teknologi digital dalam menghasilkan model operating baru dan kemampuan analitik serta kolaborasi.

Profesional strategi dihadirkan untuk mewujudkan visi perusahaan menjadi suatu tindakan nyata. Profesional strategis ini membantu para klien dalam menghadapi berbgai isu terkini, seperti inovasi dan perkembangan, konvergensi perusahaan, perluasan geografis, dan manajemen untuk keberlanjutan perusahaan. Tugas para professional ini antara lain:
• Mendefinisikan kasus untuk perubahan.
• Mendefinisikan strategi terkait bisnis, teknologi, dan fungsinya.
• Mengembangkan model kerja untuk seluruh organisasi maupun untuk area fungsional tertentu.
• Memastikan realisasi berupa hasil yang nyata dari teknologi dan memungkinkan inisiatif perubahan berjalan dengan baik.

Accenture adalah salah satu perusahaan penyedia solusi teknologi terbesar di dunia dengan para professional yang akan membantu dalam pengembangan strategi IT secara lebih optimal dan mengelola keamanan infrastruktur, aplikasi dan sistem. Para professional teknologi yang memiliki kemampuan dalam:
• Mendesain dan mengembangkan solusi teknologi yang inovatif dan berkinerja tinggi.
• Membangun, menginstal, dan mengelola perangkat lunak dalam berbagi industri dengan menggunakan aplikasi ternama, seperti SAP, Siebel, PeopleSoft, dan Oracle maupun aplikasi custom sesuai permintaan pelanggan.
• Terlibat dalam berbagai macam projek teknologi global.
• Bekerja pada lebih dari 3200 project cloud di 44 negara, termasuk berpartispasi dalam memberikan hasil pada 52 perushaan yang masuk dalam Forune 100.

Profesional outsourcing proses bisnis akan menyediakan keahlian dalam mengelola dan menganalisis proses transaksi data dan aktivitas sistem lainnya yang diinginkan klien, contohnya human resource, financial,dsb. Profesional ini akan melakukan kerjasama jangka panjang dengan klien lokal maupun global agar para klien bisa memperoleh nilai tambah dalam bisnisnya, seperti meningkatknya kualitas sumber daya manusia, meningkatknya loyalitas pelanggan, dan dapat meraih pasar dengan cepat.

Profesional consulting akan memberikan jasa konsultasi manajemen kepada klien dengan menyarankan strategi, pendekatan inovatif, serta menyediakan jasa spesialis fungsi tertentu. Sedangkan Industry specialist adalah professional yang memahami dan berpengalaman dalam suatu bidang industri tertentu, seperti penerbangan, agribisnis, otomotif, perbankan, kesehatan, dan sebagainya. Spesialis ini bertugas memberikan ide pengembangan bisnis klien dari berbagai sudut pandang bisnis, seperti sumber daya manusia, teknologi, ataupun skill yang dibutuhkan.

3.6 Program dan Tunjangan Karyawan Accenture

Perusahaan global selalu mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan para karyawannya. Oleh karena itu Accenture bekerja sama dengan beberapa pihak untuk memberikan beberapa layanan kepada para karyawan. Beberapa tunjangan yang diberikan Accenture antara lain tunjangan pengobatan, tunjangan perawatan gigi, asuransi jiwa, tunjangan cacat, tunjangan kecelakaan dan kematian, dan tunjangan legal.

Accenture juga memberikan dispensasi atau cuti kerja berkisar 14-27 hari dalam setahun, cuti kelahiran selama 6-8 minggu, dan cuti untuk urusan keluarga atau kegiatan mendesak lainnya tanpa ada pemotongan gaji atau fasilitas tunjangan.

Selain itu Accenture juga memberikan program yang menarik bagi para karyawannya seperti diskon biaya parkir dan transportasi umum, diskon di tempat-tempat belanja, diskon gym dan fitness, program 10,000 langkah per hari, jasa konsultasi psikologi dan kesehatan.

3.7 Tahap Perekrutan Karyawan Accenture
Accenture melakukan proses perekrutan secara berkala dan proses penyeleksian yang ketat untuk memperoleh para karyawan yang kompeten dan sesuai dengan bisnis yang dijalankan Accenture. Tahapan proses rekrutmen karyawan baru Accenture antara lain:

1. Tahap awal
Calon pekerja melakukan review terhadap website www.careers.accenture.com. Untuk mencari lowongan pekerjaan dan melakukan lamaran kerja bisa dilakukan secara online dengan membuat id terlebih dahulu pada website. Klik Search and Apply, lalu pilih jenis pekerjaan yang diinginkan, klik tab job descriptions dan qualifications untuk melihat syarat untuk mendaftar pekerjaan tersebut, dan pada akhirnya klik apply online untuk mendaftar.

Gambar 3.1 Halaman untuk Melamar Pekerjaan Secara Online di Accenture

2. Seleksi awal
Tim rekrutmen Accenture akan mereview lamaran kerja yang masuk dan memilih para kandidat yang akan masuk ke wawancara tahap satu. Seleksi ini didasarkan pada latar belakang pendidikan, aktivitas ekstrakulikuler, pengalaman kerja ataupun pengalaman dalam bisnis tertentu.

3. Wawancara Tahap Satu
Dilakukan secara face to face ataupun melalui telepon atau teleconference. Wawancara ini ditujukan agar Accenture bisa memahami kualifikasi dan ketertarikan pelamar kerja terhadap pekerjaan serta mengevaluasi beberapa potensial yang sesuai dengan harapan Accenture. Wawancara ini dilakukan berbeda-beda sesuai dengan bidang pekerjaan yang diinginkan.
4. Wawancara Tahap Dua
Dilakukan juga secara face to face ataupun melalui telepon atau teleconference. Wawancara tahap dua ini lebih spesifik yaitu terkait kasus bisnis atau terkait situasi bisnis
5. Wawancara Tahap Akhir
Dilakukan secara face to face di kantor Accenture. Wawancara ini akan dilakukan oleh para eksekutif , analis, dan konsultan dari kantor lokal.
6. Penawaran
Kandidat terpilih akan dijelaskan mengenai pekerjaan secara mendetail, gaji bulanan serta tunjangan dan beberapa panduan lainnya.
7. Kontrak Kerja
Kandidat terpilih yang menyetujui semua penawaran kerja dari Accenture akan melakukan tanda tangan kontrak dan siap bekerja di Accenture.

BAB 4
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan :
• Bahwa perusahaan Accenture memiliki tata cara perekrutan yang cukup panjang dan rumit mengingat mereka secara ketat berusaha agar sumber daya yang terpilih adalah memang yang terbaik
• Perusahaan Accenture memiliki 6 nilai yang diusung dalam perusahaan dan dalam menjalankan bisnisnya semua SDM lebih berorientasi kepada team.
• Berbagai strategi dilakukan untuk menunjang proses bisnisnya, salah satunya adalah dengan penggunaan teknologi.

1.2 Saran
• Perusahaan Accenture harus tetap melakukan perubahan-perubahan secara positif bagi sumber daya manusianya maupun di lingkungan dimana ia berada serta selalu memperbarui teknologi yang mereka gunakan demi tetap menjaga atau bahkan meningkatkan kualitas perusahaaan sehingga nantinya perusahaan ini akan tetap terus bertumbuh.

DAFTAR PUSTAKA

Accenture. (2014). Retrieved 03 22, 2014, from Accenture’s Career: http://careers.accenture.com/

Brooks, David.R.(2007).An Introduction to HTML and Java Script for Scientists and Engineers.London:Springer.
Cess, F. (2013, October). Hambatan dalam bisnis internasional. Retrieved 2014, from tugasakhiramik Web site: http://tugasakhiramik.blogspot.com
Codes of conduct of multinational companies and international trade union action: Thoughts on the contribution of state law. (2003). Relations Industrielles, 58(3), 392-394. Retrieved from http://search.proquest.com/docview/224285986?accountid=31532

Irawan, Yudie. (2011). Perancangan Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Application. Semarang: Universitas Diponegoro

“Internet Definition,” [online]. Available:
elinks.ecc.edu/library/STAFFINF/glossary.html. [Accessed April 10, 2008].

Kelly, Kevin, The Internet Unleashed, 2nded. Sams Publishing.Indianapolis, 1995.
Multinational Corporation. (2014). Retrieved March 22, 2014, from investopedia Web site: http://www.investopedia.com
Soni, S. (2012). What are the Advantages and Disadvantages of Multinational Corporations? . Retrieved 2014, from preservearticles Web site: http://www.preservearticles.com
Sheldon, Robert, Geoff Moes.(2005).Beginning MySQL.United States of America:Wiley Publishing.Inc.

LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
Nama : Arni Virani
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 26 Juli 1993
Alamat : Interkota blok A5 no. 11, Cengkareng, Jakarta Barat
No. Telepon : 08197670261
Email : ni.arnie@live.com
Jenis Kelamin : Wanita
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Tarsisius 1
2005-2008 SMP Vianney
1999-2005 SD Vianney
1996-1999 TK Damai

Pengalaman Kerja :
2011 Sales Promotion Antivirus, Softlenses, MasterCard.
2012 PIC Mid-Year Gathering Novartis
2013 Volunteer untuk SUA Jakarta


RIWAYAT HIDUP
Nama : David Santoso
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 13 Juni 1993
Alamat : Jl. Taman Meruya Ilir Blok I2 No.24, Jakarta Barat 11620
No. Telepon : 08988246820
Email : Santosodavid93@gmail.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA SMA Pelita 2
2005-2008 SMP SMA Pelita 2
1999-2005 SD SMA Pelita 2
1996-1999 TK SMA Pelita 2

Pengalaman Kerja :
2011 – Sales Promotion PT. Unilever Indonesia
– Credit Card Sales Marketting of PT.UOB Buana Indonesia
2012 Liaison Officer of Asean English Olympic by BNEC


RIWAYAT HIDUP
Nama : Hendy Salim
Tempat, Tanggal Lahir : Bandar Lampung, 4 maret 1992
Alamat : Jl. Haji taisir no 5, Jakarta Barat
No. Telepon : 087899844883
Email : hendisalim21@yahoo.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Immanuel Bandar Lampung
2005-2008 SMP Immanuel Bandar Lampung
1999-2005 SD Immanuel Bandar Lampung
1996-1999 TK Immanuel Bandar Lampung

Pengalaman Kerja : –

RIWAYAT HIDUP
Nama : Rendy Rinaldo
Tempat, TanggalLahir : Tanjungpinang, 12 Juni 1993
Alamat : Gg. Keluarga No. 39 B, Kemanggisan, Jakarta Barat 11480
No. Telepon : 083873373828
Email : rendyrinaldo77@gmail.com
JenisKelamin : Laki – laki
RiwayatPendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMAN 1 Tanjungpinang
2005-2008 SMPN 1 Tanjungpinang
1999-2005 SD Katolik
1996-1999 TK Djuwita

PengalamanKerja :
2013 Translator / Interpreter untuk Tech In Asia
2013 Volunteer untuk Startup Asia Jakarta
2012 – 2013 Tutor untuk kelas TOEFL dan PSP (Public Speaking and Performance)
2012 & 2013 Panitia di Binus Online Job Expo 2012 dan 2013

RIWAYAT HIDUP
Nama : Jennifer Pauling
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 11 November 1993
Alamat : Jl. 21 No.12 B RT01 RW08 Teluk Gong, Jakarta Utara 14450
No. Telepon : 083893953885
Email : jenniferpauling11@gmail.com
Jenis Kelamin : Perempuan
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Negeri 1 Tanjungpinang
2005-2008 SMP Negeri 5 Tanjungpinang
1999-2005 SD Swasta Katolik Tanajungpinang
1996-1999 TK Djuwita Tanjungpinang

Pengalaman Kerja :
2011-now – Math, Physics, and Chemistry Teacher at Proverbs Course
2012-now – Duta Binusian as Mentor in BINUS Student Learning Community (BSLC)
– English TOEFL Intermediate One Tutor in Bina Nusantara English Club (BNEC)

RIWAYAT HIDUP
Nama : Toni Sugino
Tempat, Tanggal Lahir : Pontianak, 20 Juni 1993
Alamat : Jl. Batusari Raya No.80, Palmerah, Jakarta Barat
No. Telepon : 089602466815
Email : toni_sho@ymail.com
Jenis Kelamin : Laki – laki
Riwayat Pendidikan :
2011-sekarang Sistem Informasi
Peminatan : ERP
School of Information System, BINUS University
2008-2011 SMA Gembala Baik
2005-2008 SMP Gembala Baik
1999-2005 SD Gembala Baik
1996-1999 TK Gembala Baik

Pengalaman Kerja :
2013 Translator / Interpreter for Tech In Asia
2013 Liaison Officer / Volunteer for Startup Asia Jakarta

This entry was posted in Topik Topik Lanjutan SI. Bookmark the permalink.